Ini ceritaku, bagaimana ceritamu?

TUGAS SOFTSKILL

ETIKA BISNIS

logo_gunadarma

MIFTA MUZAKI
14212573
4 EA07

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015

  • Nama

Pada hari minggu manis (julukan di kampung saya bahwa setiap hari minggu itu manis), pukul 16.45 tanggal 17 Mei 1992, di Kabupaten Tegal, Kecamatan Slawi, Kelurahan Slawi Wetan, Desa Bogares Lor terlahirlah seorang anak lelaki yang sehat, gagah, dan menggemaskan dengan berat badan 3 kg yang bernama Mifta Muzaki. Ketika saya menduduki Sekolah Dasar saat itu saya masih berada di kelas 1, saat itu kebetulan ada beberapa nama yang serupa dengan nama saya karena nama panggilan saya Zaki, dan ada juga beberapa nama teman saya yang bernama sama. Namun ada beberapa dari guru kaget ketika memanggil nama saya dan ketika yang dipanggil adalah laki-laki, dan saat itu saya menanyakan beberapa hal kepada orang tua saya mengenai nama saya. Dan seketika itu orang tua saya menjelaskannya dengan detail, orang tua saya memberikan nama tersebut tidaklah sembarang, karena dalam sebuah nama saja akan dipertanyakan nanti di akhirat.

Dalam sebuah nama dalam pergaulan sehari-hari merupaka digunakan untuk alat dan tanda pengenal, namun di dalam pandangan Islam, nama mempunyai peranan dan arti yang sangat penting, disamping sebagai doa juga sebagai tanda pengenal di akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : ” Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama nama kalian dan nama nama bapak bapak kalian, maka baguskanlah nama namamu” (HR Muslim). Sepantasnyalah bagi kedua orang tua untuk menamakan anaknya dengan sebaik-baik nama sebagai doa dan tarbiyah (pendidikan) anak sejak dini yang merupakan pengamalan dari hadits Rasulullah SAW : ” Kullu mauluudin yuuladu ‘alal fitrah fa abawaahu yuhawwidaanihi aw yunassiraanihi aw yumajjisaanihi “, semua manusia lahir dengan fitrah yaitu fitrah islam, jika orang tua salah dalam memberikan nama terhadap anak, secara tidak sadar orang tua telah menjerumuskan anaknya ke dalam keburukan bahkan kekufuran yaitu dengan mengikuti nama nama orang yahudi atau nashrani atau majusi.

Mifta Muzaki, itulah nama pemberian dari orang tua saya. Mifta adalah nama lain dari Miftah, namun karena saya adalah seorang anak laki-laki maka dinamakanlah Mifta yang artinya tidak lain adalah “Kunci”, sedangkan Muzaki mempunyai arti sendiri ialah orang yang membagikan zakat. Serta nama panggilan saya Zaki, juga mempunyai arti tersendiri juga yang artinya Cerdas. Begitulah arti sebuah tanda pengenal dari saya yang bernama Mifta Muzaki.

  • Alamat

Mengenai soal alamat, keluarga saya terkenal dengan orang yang suka berpindah tempat. Sampai-sampai dalam jangka waktu 1 tahun keluarga saya sempat pindah 3 kali dikarenakan terdapat banyak faktor yang menyebabkan keluarga saya bisa berpindah-pindah seperti itu salah satunya adalah problematika dengan tetangga. Masalahnya pun sepele, hanya karena pembagian biaya listrik yang tidak sesuai dengan jumlah prabotan (fasilitas) yang ada di dalam rumah tersebut. Dan  biasaya masalah tersebut hanya berujung pada keluarga saya mengalah dan dalam waktu beberapa bulan memutuskan untuk pindah kontrakan dengan alasan “daripada ribut terus, bikin pusing mending makan bakso ngenyangin”. Loh, apa hubungannya yah? Haha.. Saya pun bingung sebenarnya, yah biarkan saja namanya juga orang tua, dan ikuti saja apa yang perintahkannya. Saya pun sebagai anak pertama tidak bisa berbuat apa-apa karna saya jarang ada di rumah. Dan kalau pun ada di rumah, bila saya nasehati orang tua akan menambah masalah karna orang tua saya tipe orang yang keras dan sulit untuk diajak komunikasi dengan baik. Saat ini saya dan keluarga tinggal di daerah Bekasi, tepatnya di Kampung Dua Jaka Sampurna Bekasi Barat.

  • Latar Belakang Keluarga

Ibu saya berasal dari Jawa Tengah dan, dan sedangkan Ayah saya berasal dari Jakarta. Walaupun ayah saya berasal dari Jakarta, ayah saya tinggal menetap di Slawi sejak ayah saya SMA, ayah saya tinggal bersama 3 saudaranya. Orang tua ayah saya, sudah meninggal sejak umur ayah saya sekitar 6 tahun, sayapun hingga saat ini belum pernah melihat kakek dan nenek dari ayah saya karena tidak ada satupun foto yang tertinggal.

  • Pejalanan Pendidikan

Saat saya berumur 4 tahun, dan keluarga tinggal di Bekasi. TK Al Islam. Setelah itu orang tua berniat untuk melanjutkannya ke nol besar, dan kebetulan di TK yang sama.

Saat saya berumur 6 tahun saya dan keluarga berada di daerah Pondok Kelapa Duren Sawit Jakarta Timur, ketika itu saya langsung didaftarkan disalah satu sekolah dasar negeri 12 petang yang lokasinya sangat jauh dari rumah, membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke sekolah. Orang tua saya menyarankan sekolah di sana dikarenakan saran dan rekomendasi dari tetangga (lagi-lagi tetangga, saya juga heran) walaupun orang tua mempunyai alasan lain karena lokasinya jauh “agar bisa sekalian untuk olah raga” ujar ayah saya. Saya hanya bisa terdiam dan menurutinya, sambil berpikir yang penting “dianter mamah”, kebetulan saya waktu berumur 6th amat sangat manja dan apa yang saya minta kepada orang tua pasti dituruti. Hihihi.. *enaknya >w<

Masa-masa Sekolah Dasarpun berlalu, dengan nilai yang standar tidak jelek dan tidak begitu bagus juga sayapun bingung untuk melanjutkan ke SMP atau MTs Negeri atau Swasta. Dan begitu pulang saat pengambilan ijazah banyak teman-teman sekelas saya yang ingin melanjutkan ke MTs’N 21 Jakarta Timur, yang lokasinya juga tidak begitu jauh dari Sekolah Dasar saya, tetapi bagaimanapun juga tetap jauh lokasinya dari rumah. Pada saat pendaftaranpun, saya sangat optimis bahwa saya akan diterima, karena ujian testnya tidak begitu sulit, hanya latihan shalat dan ilmu agama dasar. Dan ketika saya pengumuman tiba Alhamdulillah, ternyata prediksi saya benar bahwa saya akan diterima di MTs’N 21, dan kebetulan juga angkatan saya salah satu angkatan yang sangat beruntung karena pada saat itu, angkatan saya menempati gedung baru yang mempunyai ruangan bagus dan menggunakan bangku kuliah. Di sana saya juga merasakan sangat berbeda saat Sekolah Dasar, dan di Madrasah ini juga mempunyai beberapa mata pelajaran tambahan agama Islam seperti : Fiqih, Akidah Akhlah, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab. Saya mempunyai kendalah dimata pelajaran Bahasa Arab, namun anehnya pada ujian penghafalan kosa kata dalam bahasa Arab mendapatkan nilai terbaik di kelas, namun mendapatkan nilai ujian tulis terburuk di kelas, sayapun heran kenapa bisa demikian bahkan guru bahasa Arab saya binngung dengan saya karena masalah ini. Saat saya sekolah di madrasah, saya mendapatkan teman yang mempunyai banyak pengetahuan, dan pengalaman terutama pada budaya negara sakura Jepang. Pada saat itu saya mulai dikenali oleh budaya Jepang, dan dengan cepat saya menyukainya karena saya suka menonton anime (kartun) Jepang, dan komik Jepang. Pada saat ini saya mulai menjadi maniak pada seseuatu makanan, atau budaya-budaya Jepang.

Tiga tahunpun berlalu, dan saya mempunyai nilai sangat rendah dibandingkan dengan teman-teman saya. Dikarenakan saya terlalu malas untuk berlajar dan terlalu banyak bermain game online di Warung Internet, orang tua saya juga tidak habis pikir saya mendapatkan nilai seburuh itu. Dan orang tua saya juga marah besar karena hal itu, sayapun bingung untuk melanjutkannya ke SMA/SMK/MA, teman-teman memilih untuk melanjutkan ke Madrasah Aliyah. Karena saya sudah terlalu bosan dengan madrasah karena berbagai banyak hal terutama masalah tambahan mata pelajarannya, ayah saya memutuskan untuk melajutkannya ke SMKT Kapin Jakarta Timur karena saudara saya kebetulan ada di sana. Di sini saya memilih jurusan teknik elektronika audio video, saya memilih jurusan ini karena nantinya saya akan berencana untuk melanjutkan kuliah di Jepang karena di sana merupakan salah satu negara yang memiliki jurusan favorit dalam jurusan tersebut, dan sayapun memilih jurusan ini karena saya lebih suka dengan tegangan rendah karena resiko yang timbul nantinya tidak terlalu besar, dibandingkan dengan jurusan listrik yang mempunyai tegangan yang besar.

Setelah saya lulus, dan mendapatkan nilai bagus dalam bidang pelajaran umum. Namun saya mendapatkan nilai yang pas-pasan dalam ujian praktek dan ketika itu juga saya merasa terkejut karena mendapatkan nilai yang sedemikian rupa itu, namun sayapun berpikir untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja. Di sini saya merasa sangat bingung dan pusing karena memikirkan kedua hal tersebut, orang tua saya menyarankan untuk melanjutkan kuliah, namun saya memilih untuk melamar pekerjaan sementara sambil mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, saya merasa bingung karena tidak tahu apa-apa mengenai ujian ini dan sayapun bingung ingin memilih jurusan apa yang cocok sesuai dengan kemampuan saya. Sayapun menanyakan beberapa hal kepada teman saya yang kebetulan saat itu menjadi mahasiswa FISIP UI Jurusan Hubungan Internasional, yang setau saya prodi adalah salah satu jurusan favorit. Setelah berbicara panjang lebar, kita saling bertemu saya menanyakan contoh soal tahun lalu dan mempelajarinya, dan teman saya juga mengatakan jangan masuk untuk masuk UI. Karena siapapun orang bias masuk UI, dan saya mendapatkan semangat akan hal itu. Dan ketika mendaftar ujian masuk perguruan tinggi negeri saya memilih prodi Akuntansi, dan Teknik Informatika UI, sayapun asal mendaftar berdasarkan orang tua saya. Dan ketika ujian berlangsung saya mulai mengejarkannya dengan santai namun saya ketika hasil akhir diumumkan saya terkejut, sedih karena tidak diterima pada salah satu prodi yang pilih itu. Di sini saya tidak pantang menyerah untuk masuk Universitas terkemumuka di Indonesia itu, ketika saya mendengar di Fakultas Teknik ada prodi baru, sayapun tanpa berpikir panjang langsung mendaftarkannya melalui ujian mandiri, setelah ujian berlangsung saya melihat pada soal yang diberikan tidak jauh dengan materi yang saya pelajari minggu lalu, dengan optimis saya kerjakan dan menunggu hasilnya tiba. Dan Alhamdulillah saya diterima pada prodi Teknik Informatika Perbankan Syariah Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Namun, pada awal-awal kuliah saya merasakan ketidakpastian untuk kedepannya karena semua ini berdasarkan perintah orang tua. Dua semesterpun berlalu, saya mulai stress dengan semua yang saya hadapi, saya dengan ketiga teman saya memutuskan untuk keluar dan ikut bimbel Ronin NF pada tahun 2011 sambil menekuni kulaih saya, namun hari demi hari saya merasa berat dan tidak focus untuk ke salah satunya. Dan saya memutuskan untuk memilih keluar dan memilih fokus memilih belajar di NF, saya berniatan untuk memilih prodi Psikologi dan Antropologi Sosial FISIP UI, dan pada saat itu nilai saya belum mencukupi karena masih jauh namun ketika saya bandingkan dengan FISIP UGM nilai saya memenuhi standar, tapi saya tidak tahu bagaimana saingan saya ketika memilih kedua Universitas tersebut. Dan berujung pada ketidakberuntungan karena saya tidak diterima di FISIP UI, dan saya bingung untuk melanjutkannya kemana, dan teman saya menyarankan untuk ke Gunadarma, dan sampai sekarang saya berada di sini.

  • Pengalaman

Ketika saya Sekolah Dasar, sampai saya berada di SMKT Kapin, saya sangat menghindar dari organisasi karena saya malas, namun pada saat saya kuliah saya ingin mencobanya dan saya diamahkan menjadi Ketua Biro Dana dan Usaha di Himpunan Jurusan pada tahun 2010, dan menjadi Ketua Humas dan Publikasi pada tahun 2011 di FRM UI.

  • Cita-cita

Pada bagian ini saya sempat bingung, karena dari kecil saya tidak pernah memikirkan hal ini. Dan pada saat guru sekolah menanyakan apa cita-citamu bila sudah besar nanti, saya dengan asal menjawabnya seperti ingin menjadi dokter anak, TNI, atau pilot. Masa kecil saya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman maupun bermain game di Warnet, karena di lingkungan mayoritas anak-anak yang berumur 10th saja sudah mengenal internet dan memanfaatkannya untuk berbagai hal, bermain game online misalnya. Sayapun termasuk orang yang seperti itu, yang mengakibatkan lupa akan segala-galanya karena asyik bermain game dari pagi sampai sore, akibatnya nilai juga biasa-biasa saja tidak ada hal yang memuaskan semuanya digibas habis dengan kata baik, mungkin baik dalam bermain game kali ya.. Haha.. Ketika umur saya sudah berkepala 2, dan ada tugas tulisan untuk menceritakan mengenai cita-cita saya akan mengatakannya “saya akan mengikuti seperti ayah”. Namun nantinya akan saya buat berbeda dengan tambahan “bisnis”. Jadi, cita-cita saya apa ya? Hihi..

  • Prestasi Yang Pernah Diraih

Saya termasuk orang yang sangat pemalas dalam hal perlombaan (kompetisi) entah itu dari lingkungan rumah, sekolah, maupun kampus sekali pun. Sempat saya mengikuti perlombaan lomba menulis kaligrafi pada saat saya duduk di kelas 4 SD, itu pun saya dipaksakan oleh guru dikarenakan guru saya waktu itu berpendapat bahwa hanya sayalah yang bisa menulis arab dengan jelas dan benar dibandingkan teman-teman sekelas saya. Ada rekan saya juga dari SD 11 PT  yang ikut perlombaan tersebut panggilannya “Aji”,  kebetulan kita satu pengajian. Ketika malam dan waktunya untuk mengajia, sebelum itu kita berdua berbicara dengan guru (ust) mengenai perlombaan tersebut, untuk meminta pendapat dan sekaligus meminta doanya untuk dimudahkan dalam waktu perlombaan nanti. Dan beliau pun menyarankan kita untuk melakukan sesuatu dan kejadian ini yang saya ingat sampai sekarang ialah ketika h-1 lomba tersebut, guru (ust) pengajian saya menyaranakan untuk meminum jus yang terbuat dari daun kecapi gunanya untuk suara yang dihasilkan bagus dan tidak mudah dehidrasi. Kalau untuk teman saya masih bisa diterima, karena kebetulan Aji mengikuti lomba tilawah, sedangkan saya ikut serta dalam perlombaan kaligrafi. Apa hubungannya ya? Hihi.. Bagaimanapun itu saya ikuti saran beliau untuk melakukan hal tersebut, karena kemungkinan ada beberapa hal yang saya tidak ketahui mengenai hal ini

  • Pandangan Hidup

Saya dilahirkan dari keluarga beragama Islam, dari saya kecil hingga besar saya berusaha untuk mempelajarinya dari beberapa guru pengajian saya dan guru sekolah. Hingga sampai saat inipun saya akan tetap terus mempelajari Islam, dan mengamalkannya agar ilmu yang saya dapatkan menjadi berkah. Tidak hanya mempelajarinya saja, ketika mempelajari segala sesuatu hal termasuk berlajar agama, kita dituntut untuk melaksanakannya dan menjauhi segala larangannya karena semuanya sudah tertera dalam Al-Qur’an dan As Sunnah, dalam artian kita adalah kaum muslimin yang senantiasa menjunjung tinggi Islam dan melundinginya agar tidak ada orang yang merusaknya. Segala sikap, dan perbuatan yang kita lakukan haruslah sesuai dengan syariat Islam, karena hanya dengan syariat Islam segala macam masalah akan terarasi dengan baik, dan menjadi manusia yang menerapkan Islam secara kaffah (keseluruhan). Bagi setiap muslim, penerapan syariat bukan pilihan. Melainkan tuntutan imani yang melekat pada diri kita, syariat Islam adalah hukum-hukum Allah SWT.

  • Hal Yang Disukai

Hal yang sangat sukai tidak lain adalah game, dalam bermain game baik saat sendiri maupun bersama teman-teman itu seperti mempunyai nilai masing-masing. Saat bermain game sendiri baik itu online maupun offline, biasanya karena tidak ada teman untuk diajak bermain ataupun ketika saya mempunyai masalah pribadi biasanya saya melampiaskannya ke dalam permainan tersebut. Dan ketika dalam bermain game rasa amarah, sedih, atau apapun itu hilang sekejap. Dalam bermain game juga saya dapat belajar menganalisa sebuah strategi untuk memenangkan permainan tersebut dan menganalisa akhir permainan menang atau kalah. Berbeda halnya bermain dengan teman-teman yang sehobi dengan saya, biasanya kami bermain hingga 10 orang karena semakin banyak yang ikut serta dalam permainan itu akan semakin seru dan menantang. Hal ini biasanya kami lakukan sebelum atau sesudah mengerjakan suatu tugas, dan biasanya juga kita lakukan disela-sela tugas karena rumitnya sebuah tugas yang diberikan biasanya, dan nyatanya hal ini mampu membuat kami segar dan mampu mengerjakan tugas yang rumit itu dengan mudah. Dalam bermain game kita juga dapat mencegah suatu perselisihan satu sama lain, karena dalam sebuah permainan kelompok biasanya dibutuhkan sebuah strategi matang dalam setiap kelompok serta kekompakkan untuk membuat stategi yang dilakukan sebelumnya berhasil.

Hal kedua yang saya sukai adalah wisata kuliner. Sama halnya seperti yang ada pada setiap acara wisata kuliner ditelevisi yang selalu memaparkan segala kebudayaan pada setiap daerah di Indonesia, dan dalam setiap budaya itu sendiri pasti memiliki sebuah ciri khas pada suatu objek entah itu dari makanan, tempat rekreasi, atau pakaian untuk menarik para wisatawan berkunjung ke tempat tersebut dan mengenalkan budayanya masing-masing. Kegiatan ini biasanya saya lakukan setiap 1 bulan sekali bersama rekan saya, biasanya kita menjelajahi pada daerah terdekat. Karena sama-sama berada di Depok, dan kebetulan Depok adalah salah satu tempat kuliner yang terbaik di Jawa Barat karena lokasinya yang strategis dan terdapat banyak kaum pelajar, dan mahasiswa. Dalam wisata kuliner, hal yang paling saya sukai salah satunya adalah proses dalam mendapatkan makanan tersebut. Karena pada saat ingin melakukan pembelian makanan ataupun minuman apalagi di tempat yang sangat terkenal karena rasanya yang yahuuud, terdapat antrian yang panjang dan waktu menunggu yang cukup lama. Namun pada waktu menunggu itu biasanya, saya menyempatkan untuk mengobrol kepada para konsumen lain untuk menanyakan beberapa hal, dan biasanya tidak jauh dari rasa makanan itu sendiri serta makanan favorit di tempat itu. Dan biasanya kita saling berbagi satu sama lain mengenai tempat makan yang unik, dan enak tentunya khususnya di wiliyah Jabodetabek. Setelah lama menunggu, dan karena asyiknya mengobrol itu tibalah saatnya kita dilayani oleh pelayan di tempat tersebut, dan hasilnyapun tidak mengecewakan tidak hanya mendapatkan sebuah inforamasi, namun mendapatkan makanan yang rasanya lezato.

Hal ketiga yang saya sukai adalah jalan-jalan (traveling). Sama halnya seperti wisata kuliner, biasanya saya melakukan hal ini pada sela-sela liburan pada liburan panjang biasanya, dan dengan orang yang sama. Kegiatan ini biasanya kita lakukan saat membaca, atau mendengar berita menarik dari berbagai media cetak, maupun elektronik mengenai tempat-tempat yang mengagumkan dan terdapat banyak keunikan di dalamnya. Walaupun masih di pulau Jawa, namun keindahan yang dapat dinikmatinya rasanya tidak ada habisya, karena di pulau ini terdapat banyak hal yang menarik untuk dikunjungi terutama budaya yang terdapat pada daerah tersebut. Dalam sebuah perjalanan menuju tempat yang akan kita kunjungi, pastinya terdapat banyak rintangan yang akan dihadapi. Dan hal tersebut pastinya butuh sebuah persiapan dan arahan khusus bila pergi ke suatu tempat yang sangat ekstrim, namun hal itu dapat dilalui dengan mudah karena dalam perjalanan kita juga biasanya bersama beberapa kelompok yang akan menuju ke tempat tujuan yang sama, dalam perjalanan kita saling berbagi suka cita yang biasanya dialami dalam melakukan traveling sebelumnya, dan berbagai keunikan yang wajib dikunjungi. Hal tersebut membuat kita makin semangat dalam melalui berbagai rintangan yang dilalui dan ketika sampai ke tempat tujuan kita dapat menyaksikan sendiri, dengan kedua mata kita betapa indah, dan kayanya Indonesia ini. Hal ini membuat saya makin bersyukur apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita, dan semakin giat untuk menjaga dan melestarikannya agar para generasi setelah kita dapat menikmati keindahannya tanpa ada yang kurang.

  • Idola

Tentu saja sebagai umat Islam, saya sangat mengidolakan sosok kepemimpinan seperti nabi Muhammad SAW. Dari saat rasulullah memimpin sebagai khalifah pertama, beliau adalah sosok yang mempunyai karismatik tinggi dan ketegasan dalam membuat keputusan karena yang sumbernya juga berasal dari Al-Qur’an. Sifat dan prilakunya yang sangat bijaksana membuat umatnya sangat mengaguminya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s