Teori Etika Bisnis

TUGAS SOFTSKILL

 

ETIKA BISNIS

 

 logo_gunadarma

 

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2015

  1. Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis berasal dari kata Yunani ‘Ethos’ yang artinya jamak, dan ‘Taetha’ yang artinya adat istiadat. Etika merupakan nilai – nilai, tata cara, aturan hidup yang dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi lainnya yang terwujud dalam pola perilaku dan dilakukan berulang dalam waktu yang lama. Etika juga bisa dikaitkan dengan moralitas, moralitas berasal dari kata latin ‘Mos’ yang artinya banyak dan ‘Mores’ yang artinya adat istiadat.

Secara harfiah dari 2 kata etika dan moral, sama – sama berarti sistem nilai tentang nilai tentang bagaimana manusia harus hidup lebih baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku dan terulang dalam kurun waktu lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan.

Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai:

  1. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia hidup baik sebagai manusia.
  2. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima.

Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional:

  1. Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang hahrus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang.
  2. Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertent harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya.
  3. Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakat ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.
  4. Tiga Norma Umum

Norma adalah memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.

Macam – macam norma :

  1. Norma khusus
  2. Norma umum
  3. Norma sopan santun
  4. Norma hukum
  5. Norma moral

Norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain – lain.

Norma umum adalah sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.

Norma sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahirnya dalam pergaulan sehari – hari.

Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Norma moral adalah aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.

  1. Teori Etika
  2. Etika Teleologi

Berasal dari kata Yunani,  telos = tujuan -> Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Contoh: seorang anak kecil yang mencuri demi biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit (tidak dinilai baik atau buruk berdasarkan tindakan, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Kalau tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik).  Atas dasar ini, dapat dikatakan bahwa etika teleologi lebih situasional, karena tujuan dan akibat suatu tindakan bisa sangat tergantung pada situasi khusus tertentu.Adapun Alirannya adalah:

  • Egoisme Etis

Inti pandangan egoisme -> tindakan setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Egoisme akan menjadi persoalan yang serius ketika cenderung menjadi hedonistis ( ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar).

  • Utilitarianisme

Berasal dari bahasa latin “utilis” -> Bermanfaat. Menurut teori ini, suatu tindakan atau perbuatan dikatakan baik jika membawa manfaat, tidak hanya 1 atau 2 orang saja melainkan bermanfaat untuk masyarakat. Dalam rangka pemikirannya, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu tindakan atau perbuatan adalah kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam adalah:

  • Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism).
  • Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism).
  1. Deontologi

Berasal dari kata  Yunani “deon” -> kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.

Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :

  • Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
  • Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.
  • Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.
  1. Teori Hak adalahpendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
  2. Bisnis Sebuah Profesi Etis
  3. Etika Terapan, Secara umum Etika dibagi menjadi :
  4. Etika Umum-> norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
  5. Etika Khusus-> Penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.

Sumber :

http://yuumenulis.wordpress.com/2012/11/07/teori-etika-etika-bisnis/. (Diakses tanggal 16 Oktober 2016).

http://ferilferdian87.blogspot.com/2012/10/teori-teori-didalam-etika-bisnis.html (Diakses tanggal 16 Oktober 2016).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s