Unsur-unsur Yang Menandai Sebuah Karya Ilmiah

Unsur-unsur Yang Menandai Sebuah Karya Ilmiah

 

Bahasa Indonesia

 

Disusun Oleh :

  1. Mifta Muzaki
  2. Misbahul Munir
  3. Nur Aripin

 

 

MANAJEMEN – 3 EA07

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

Pada kali ini kelompok kami akan menentukan unsur-unsur yang menandai sebagai sebuah karya ilmiah. Dan karya ilmiah yang akan kami cermati ialah Makara, Kesehatan, vol. 6 No.1, Juni 2002. Namun dalam sebuah penulisan karya ilmuah terdapat beberapa unsur di dalamnya yaitu :

  1. Ragam Bahasa

Ragam bahasa sendiri dapat diartikan dengan keanekaragaman bahasa yang digunakan dalam menulis sesuatu. Namun ada beberapa ahli yang berpendapat mengenai defisi ragam bahasa diantaranya yaitu :

(Bachman, 1990), “Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda  menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.”.

Misalnya : “Tulisan ini menunjukkan hasil suatu studi kohor (population based cohort study) yang berlangsung selama dua tahun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dalam penelitian ini dikumpulkan data berat dan panjang badan lahir hingga umur 12 bulan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui jumlah dan besar penyimpangan pertumbuhan linier dari kegagalan pertumbuhan (growth faltering) dari tiap-tiap karakteristik bayi lahir (umur 0-6 bulan).”

Adalah sebuah penggambaran bunyi bahasa atau kata yang distandardisasikan dan mempunyai arti atau makna tersendiri. Sebagai contoh kalimat paragraf 2 yang ada di dalam karya ilmiah yang sedang dipelajari : “Dengan demikian transmisi kegagalan pertumbuhan intergenerasi akan selalu berlanjut.”

Transmisi adalah media menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data). Sedangkan Intergenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi diantara beberapa generasi.

  1. Diksi

Growth faltering atau kegagalan pertumbuhan yang mengakibatkan terjadnya stunting atau underweight (nilai skor Z<-2).

  1. Kalimat

Secara definisi kalimat adalah suatu rangkaian kata yang membentuk sebuah kalimat. Misalnya : Semua bayi (laki-laki dan perempuan) di Kecamatan Indramayu, Jawa Barat.

  1. Alinea dan Pengembangannya.

Pada paragraf 2 ditemukan metode pengembangan sebab akibat sbb :

“Pertumbuhan BBLR prematur (BBLR dengan masa gestasi < 37 minggu) dalam lingkungan yang mendukung sejogyanya lebih baik daripada bayi IUGR karena berat lahir sesuai dengan umur kehamilan, namun hasil penelitian di negara berkembang menyatakan tidak demikian. Tingginya BBLR di Indonesia (Angka Nasional 14%), diperkirakan menjadi penyebab tingginya presentase anak stunted, menurut Unicef di Indonesia masih terdapat kurang lebih 40% bayi 0-6 bulan stunted, yang kemudian akan menjadi orang dewasa stunted pula.”

  1. Perencaan Penulisan Karangan Ilmiah.

Dalam sebuah pembuatan suatu karya ilmiah membutuhkan suatu daya tarik agar menarik para minat pembaca untuk membaca sebuah karya ilmiah yang sudah dibuat, diantaranya ialah :

  • Menentukan topik yang tepat seperti dalam karya ilmiah ini yaitu “Pertumbuhan Balita”.
  • Setelah menentukan topik yang akan diteliti terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik diantaranya yaitu :
  1. Kerangka Karangan

Topik : Pertumbuhan Balita.

Tujuan : Untuk mengetahui Growth faltering (Kegagalan Pertumbuhan).

Tema : Growth faltering pada Bayi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

I. Terjadinya Growth faltering (Kegagalan Pertumbuhan).

  1. Awal mula Growth faltering (Kegagalan Pertumbuhan).
    1. Bayi Laki-laki.
    2. Bayi Perempuan.
  2. Karakteristik Bayi Normal.
    1. Berat Bayi >2500gram, dengan Berat Bayi <2500gram
    2. Presentase anak.

II. Metode Penelitian Growth faltering (Kegagalan Pertumbuhan) Bayi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

  1. Subjek Penelitian.
    1. Bayi dengan nilai skor Z <-5 dan >+3.
    2. Bayi dengan nilai skor Z <-5 dan >+5.
  2. Sistem Penelitian.
    1. Sistem Pengumpulan Data.
    2. Pewancara/Pengukur.
    3. Penginputan Data.

III. Hasil Penelitian Growth faltering (Kegagalan Pertumbuhan) Bayi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

  1. Data Bayi Yang Mengalami Faltering
    1. Jumlah Bayi Lahir Laki-laki dan Perempuan Dengan Growth Faltering
    2. Rata-rata Growth Faltering.
    3. Resiko Growth Faltering umur 2-4 bulan.
    4. Resiko Growth Faltering umur 4-6 bulan.

IV. Pembahasan

  1. Ucapan Terima Kasih.
  2. Kesimpulan
  3. Perbandingan Umur
    1. Phase Pertumbuhan Tinggi Badan.
  4. Pengertian Growth Faltering
    1. Hasil Penelitian Growth Faltering
    2. Kondisi Lingkungan Sekitar
  5. Daftar Acuan.

8. Kutipan dan Catatan Kaki

Kutipan : Growth faltering dalam studi ini adalah kegagalan pertumbuhan linier (menyimpang ke bawah dari jalur pertumbuhan yang seharusnya terjadi pada umur-umur tertentu).

Catatan Kaki : Frongillo EA. Determining Growth Faltering With a Tracking Score. Am J of Human Biology 1990;2:491-501.

  1. Abstrak dan Daftar Pustaka

Abstrak : Growth faltering pada bayi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bayi lahir di Indramayu diukur berat badan dan panjang lahirnya dan panjang badan pada umur-umur berikutnya yaitu 1,2,3,4,5,6, bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Kohor selama 2 tahun ini terdiri dari 720 bayi yang dapat diukur saat lahir, 534 bayi yang dapat diukur pada umur hingga 3 bulan, 408 bayi hingga umur 6 bulan dan 271 hingga umur 12 bulan. Dari 720 bayi yang lahir itu, 516 adalah bayi normal, 63 prematur dan 141 IUGR. Growth faltering diukur setiap 2 bulan sekali. Studi ini menunjukkan bahwa growth faltering sudah terjadi pada usia dini bayi dan dalam keadaan lingkungan yang buruk, kelompok bayi yang paling terkena dampak growth faltering adalah kelompok bayi lahir normal namun derajat growth faltering yang terbesar (cm) dialami oleh kelompok IUGR API.

Daftar Pustaka : Kalberg, 1999. In: Roger Shirmpton, editor, Growth monitoring in the life cycle. Internasional Expert’s Seminar on Child Growth and Poverty; Jakarta, 2002.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s