Kembalikan Semangat Atlet Badminton Indonesia

Kembalikan Semangat Atlet Badminton Indonesia

 

Image

 

Disusun Oleh :

 

 

Mifta Muzaki      (14212573)

 

 

MANAJEMEN – 2 EA07

 

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2014

 

KATA PENGANTAR

 

Puji serta syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmah, taufiq serta hidayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Kembalikan Semangat Atlet Badminton Indonesia” yang merupakan salah satu tugas pertama dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Dalam tugas makalah ini mendifinisikan tulisan, latar belakang, tujuan, manfaat bagi pembaca, membuat kesimpulan, dan saran dalam makalah. Serta disusun berdasarkan dengan materi-materi yang ada dan berdasarkan kejadian serta aktifitas masyarakat Indonesia pada setiap harinya. Materi-materinya dibuat sedemikian ringkas agar bertujuan pembaca nantinya bisa lebih cepat memahami makna dari sebuah ekonomi pembangunan yang terdapat pada negara-negara berkembang.

Penulis menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangannya. Dan penulis pun berharap semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi semua, dan akhir kata penulis berharap bahwa yang akhirnya nanti makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membacanya.

 

 

 

 

 

 

 

Depok, 30 Maret 2014

 

 

 

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. 2

DAFTAR ISI. 3

BAB I. 4

PENDAHULUAN.. 4

1.1     Latar Belakang. 4

1.2     Tujuan Penulisan. 5

1.3     Ruang Lingkup Masalah. 5

1.4     Metodologi Penulisan. 5

1.5     Sistematika Penulisan. 6

BAB II. 7

PEMBAHASAN.. 7

2.1     Kejayaan Atlet Indonesia. 7

2.2     Kemunduran Prestasi Badminton Indonesia. 8

2.3     Usaha PBSI. 9

BAB III PENUTUP. 10

3.1     Kesimpulan. 10

3.2     Saran. 10

DAFTAR PUSTAKA.. 11

 

BAB I

PENDAHULUAN

     1.1      Latar Belakang

Pada umumnya manusia membutuhkan suatu imun untuk menjauhkan dirinya dari segala macam penyakit, baik itu bisa berupa vitamin, makan-makanan 4 sehat 5 sempurna, dan tentunya olah raga. Namun banyak orang yang memilih untuk berolah raga, karena merasa lebih nyaman dan dapat mengurangi gejala-gejala efek bila mengkonsumsi vitamin secara terus-menerus untuk menjaga kesehatannya. Olah raga bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun, kapan saja dilakukan pada saat beraktifitas maupun di dalam rumah sendiri.

Olah raga bukan hanya berlari-lari saja, namun ada macam-macamnya ada olah raga, berenang, sepak bola, badminton, dsb. Tergantung selera masing-masing orang tersebut dan hobinya masing-masing, dalam hal ini untuk masalah olah raga badminton adalah orang raga yang sangat simple dan tidak membutuhkan banyak biaya, dan dalam bidang ini pun Indonesia bisa mendapatkan berbagai macam prestasi dari dulu hingga saat ini,

     1.2      Tujuan Penulisan

Pada tugas makalah ini bertujuan agar para pembaca nantinya bisa memahami tentang prestasi-prestasi atlet badminton di Indonesia.

     1.3      Ruang Lingkup Masalah

Dalam ruang lingkup masalah ini dapat dilihat dalam setiap aktifitas manusia dalam setiap harinya dan sifat atau karakteristik manusia kepada sesama manusia.

     1.4      Metodologi Penulisan

Metode yang digunakan adalah metode deskripsi analisis.Yang dimaksud dengan metode deskripsi analisis adalah metode yang memberikan gambaran-gambaran secara objektif, menguraikannya serta membahasnya secara lengkap tentang pembuatan makalah yang berjudul “Kembalikan Semangat Atlet Badminton Indonesia”.

           

 

     1.5      Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam makalah ini yaitu :

  •          BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ruang lingkup masalah, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.

  •          BAB II PEMBAHASAN

Pada Bab ini yang akan membahas dari segi pengertian dari ekonomi dan segala hal yang berkaitan dengan Kembalikan Semangat Atlet Badminton Indonesia.

  •          BAB III PENUTUP

Bab ini terdapat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah ini serta saran bagi penulis untuk pembaca.

  •          DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka berisi sumber-sumber materi yang di ambil untuk membuat makalah ini. 

 

BAB II
PEMBAHASAN
     2.1      Kejayaan Atlet Indonesia

Di negara Indonesia salah satu bidang olah raga yang sangat banyak mempunyai prestasi yaitu dari Badminton, karena prestasinya yang sangat banyak. Indonesia juga pernah menjuari peringkat pertama pada salah satu event bergengsi di dunia. Salah satu nama atlet yang pernah booming dalam masa-masa kejayaan badminton adalah Susi Susanti. Lucia Francisca Susi Susanti (Hanzi: 王蓮香, Pinyin: Wang Lian-xiang, lahir diTasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971; umur 43 tahun) adalah seorang pemainbulu tangkis Indonesia. Dia menikah dengan Alan Budikusuma, yang meraih medali emas bersamanya diOlimpiade Barcelona 1992. Selain itu, ia pernah juga meraih medali perunggu diOlimpiade Atlanta 1996. Pasangan Alan dan Susi memiliki 3 orang anak yang bernama Laurencia Averina (1999), Albertus Edward (2000), dan Sebastianus Frederick (2003).

International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) pada bulan Mei 2004 memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Pemain Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan Hall Of Fame yaitu Rudy Hartono Kurniawan, Dick Sudirman, Christian Hadinata, dan Liem Swie King.

Berikut adalah beberapa prestasi yang telah diraih oleh atlet badminton Indonesia:

Kategori Tunggal Putri:

  • Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
  • Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996
  • Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994
  • Juara World Championship 1993, semifinalis World Championship 1991, 1995
  • Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994, Finalis All England 1989
  • Juara World Cup 1989 ,1990, 1993, 1994, 1996, 1997
  • Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996
  • Juara Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997
  • Juara Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, dan 1997
  • Juara Japan Open 1991 1992, 1994, dan 1995
  • Juara Korea Open 1995
  • Juara Dutch Open 19931994
  • Juara German Open 1992, 1993 1994
  • Juara Denmark Open 1991 dan 1992
  • Juara Thailand Open 1991, 1992, 1993, dan 1994
  • Juara Swedish Open 1991 1992
  • Juara Vietnam Open 1997
  • Juara China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996
  • Juara SEA Games 1987,1989, 1991,1995 1997 (team)
  • Juara PON 1993
  • Juara world championship junior 5 kali 1985 (ws,wd,xd = 3 nomor sekaligus) 1987 (ws,wd)
  • Juara australia open 1990

Kategori Beregu Putri:

  • Juara Piala Sudirman 1989 (Tim Indonesia)
  • Juara Piala Uber 1994 dan 1996 (Tim Indonesia)
  • Finalis Piala Sudirman 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
  • Finalis Piala Uber 1998 (Tim Indonesia)
  • Finalis Asian Games 1990, 1994 (Tim Indonesia)
  • Semifinalis Piala Uber 1988, 1990, 1992 (Tim Indonesia)
  • Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
  • Juara PON 1993 (Tim Jawa Barat)
     2.2      Kemunduran Prestasi Badminton Indonesia

Pada era tahun 2000, di negara Indonesia banyak memiliki atlet-atlet handal yang menjuarai berbagai even kejuaraan tingkat dunia, terutama yang di luar negeri, baik nomor tunggal ataupun nomor beregu. Namun kini kondisi sebaliknya terjadi. Meski banyak klub-klub bulu tangkis bermunculan di berbargai daerah yang didukung banyaknya event kejuaraan digelar, tetapi prestasi justru menurun. Menurut Hermawan sekalu mantan atlet badminton salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya para atlet badminton di Indonesia ialah pencurian umur masih marak dilakukan dalam setiap turnamen, baik di tingkat klub, kejuaraan tingkat daerah hingga kejuaraan tingkat nasional “Dalam setiap turnamen banyak kita jumpai atlet bulu tangkis berbakat yang mulai menonjol. Tetapi mereka akhirnya kalah dengan umur yang tidak jelas” ujar Hermawan.

Adapun setelah pengurus PBSI yang lama diganti oleh pengurus PBSI yang baru, banyak masalah bermunculan di sekitar PBSI. dari mulai masalah kontrak antara pemain dengan PBSI, sampai dengan berita mundurnya atlet-atlet pelatnas yang menjadi unggulan indonesia. Mungkin hal ini yang mempengaruhi prestasi atlet.

     2.3      Usaha PBSI

Adapun yang mengatakan bahwa setelah bergantinya pengurus PBSI yang baru prestasi-prestasi atlet di Indonesia menurun, terutama dibidang olah raga badminton prestasi yang didapatkan tidak lebih banyak dari sebelumnya, karena setelah pergantian pengurus masih banyak permasalahan-permasalahan internal yang ada di PBSI sendiri. Namun, PBSI sendiri pun tidak membiarkannya begitu saja, adapun salah satu cara untuk mengembalikan dan bahkan meningkatkan prestasi olah raga pada bidang badminton. Salah satunya yaitu dengan cara meningkatkan pelatihan kepada para atlet badminton itu sendiri dari sistem pelatihan fisik umum yang terdiri dari:

Program dan aplikasi pelatihan fisik bulutangkis harus dirancang melalui tahapan sebagai berikut: 

  • Persiapan fisik umum yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ tubuh, sehingga memudahkan upaya pembinaan dan peningkatan semua aspek pelatihan pada tahap berikutnya. 
  • Persiapan fisik khusus bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan gerak yang lebih baik menuju pertandingan. 
  • Peningkatan kemampuan kualitas gerak khusus pemain. Pada tahap ini pelatihan bertujuan untuk memahirkan gerakan kompleks dan harmonis yang dibutuhkan setiap pemain untuk menghadapi pertandingan.

 

 

 

 

 

BAB III
         PENUTUP

     3.1      Kesimpulan

Olah raga adalah sesuatu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia pada setiap hari-harinya, karena dapat menjaga serta menjadikan tubuh lebih sehat seperti sedia kala. Pada cabang olah raga badminton di Indonesia menjadi salah satu olah raga yang terbaik dalam mengharumkan nama baik bangsa Indonesia. Dengan berbagai macam prestasi yang telah diraih oleh para atlet dari dulu hingga sampai saat ini, walaupun akhir-akhir ini memang terdapat kekurangan atau menurunan prestasi pada olah raga ini, dan timbulnya banyak permasalahan yang di internal.

     3.2      Saran

Dalam pertandingan olah raga pasti ada yang namanya menang dan kalah, menang dan kalah itu sudah wajar. Namun bila ada suatu kecurangan dalam permainan itu adalah sesuatu hal yang tidak wajar dalam pertandingan dan dapat memicu suatu masalah yang fatal. Mungkin ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya prestasi badminton di Indonesia, seharusnya masalah semacam ini tidak dapat terjadi sampai saat ini. Maklum bila suatu negara ada kalanya menang dan kalanya untuk kalah karena itu memang sudah menjadi kodrat dalam permainan, dan pastinya tidaklah selalu yang menang secara terus menerus menjadi juara ada masanya juga untuk kalah dan mencoba untuk belajar dari kesalahan tersebut untuk menjadi pemenang kembali.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=userpage&menu=402&page_id=6 (Diakses pada tanggal 30 Maret 2014).

id.wikipedia.org/wiki/Susi_Susanti(Diakses pada tanggal 30 Maret 2014).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s