Lambang Bunga Yang Menjadi Lambang Provinsi

Sebuah tanaman yang indah dan disukai banyak orang diseluruh dunia, tanaman ini bukan hanya ada satu atau jenis saja. Namun ada berbagai macam jenis tanaman yang sama-sama indahnya dipandang manusia, tanaman ini bukan menghasilkan buah atau semacamnya namun menghasilkan bunga yang sangat indah dan mengeluarkan aroma harum mewangi dan membuat orang-orang terpukau. Bunga bukan hanya untuk hiasan semata namun ada beberapa provinsi yang menjadikan bunga sebagai suatu lambang provinsi karena mempunyai suatu arti dan makna tersendiri, berikut adalah beberapa provinsi yang menggunakan simbol bunga untuk dijadikan lambang provinsi:

  1. Provisi Aceh

Image

 

Pada lambang provinsi Aceh, terdapat suatu tulisan yang berbunyi Pancacita. Pancacita sendiri mempunyai suatu makna ialah lima cita, yaitu keadilam, kepahlawanan, kemakmuran, kerukunan, dan kesejahteraan. Lambang Aceh berbentuk persegi lima yang menyerupai kopiah. Dan berbentuk seperti perisai (tameng) itu terdapat gambar dacin (alat timbangan), rencong, padi, kapas, lada, cerobong pabrik, kubah masjid (tepat dibawah timbangan), kitab dan kalam. Keadilan dilembangkan dengan dacin. Kepahlawanan dilambangkan dengan recong. Kemakmuran dilambangkan dengan padi, kapas, lada, dan cerobong pabrik. Kerukunan dilambangkan dengan kubah masjid. Sedangkan kesejahteraan dilambangkan kitab dan kalam.

   2. Provinsi Bali

Image

 

Lambang provinsi Bali berbentuk segi lima dan bertuliskan Bali Dwipa Jaya yang berarti Jayalah Pulau Bali. Candi Pahlawan Margarana, Candi Bentar, rantai, kipas, bunga teratai, padi dan kapas. Bintang segi lima, melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Candi Pahlawan Margarana, menggambarkan jiwa kepahlawanan rakyat Bali. Candi Bentar, lambang keagamaan yang agung rakyat Bali. Rantai melambangkan persatuan. Kipas melambangkan kebudayaan Bali. Bunga teratai lambang Singgasana Batara Siwa. Sedangkan padi dan kapas melambangkan kemakmuran.

   3. Provinsi Bengkulu

Image

 

Lambang daerah provinsi Bengkulu terdiri atas 3 (tiga) bagian yaitu: berbentuk tameng. Ditengah-tengah terdapat tameng kecil yang di dalamnya berisikan setangkai padi dan setangkai kopi bersama daunnya. Sedangkan ditengah-tengahnya terdapat bunga Rafllesia, rudus, cerana dan bintang baser. Sebuah pita dengan bertuliskan : “Bengkulu”.
Makna Warna di dalam Lambang sebagai berikut:

  • Hijau : Kesuburan,
  • Biru: Kemakmuran,
  • Merah : Dinamika Kegembiraan,
  • Ungu : Ketenangan kedamaian,
  • Kuning : Kejayaan, dan

Warna hijau di atas tameng mencerminkan daerah pegunungan Bukit Barisan dengan tanahnya yang subur sebagai batas tanah daerah Provinsi Bengkulu sebelah Timur, warna biru berombak dengan 18 (delapan belas) gelombang berarti Laut dengan sumber kekayaan sebagai batas daerah Propnsi Bengkulu sebelah Barat.

   4. Provinsi Gorontalo

Image

Pada lambang provinsi Gorontalo terdapat beberapa simbol-simbol yang mempunyai makna untuk daerah tsb:

  • Lambang Daerah Provinsi Gorontalo pada bagian luar berbentuk perisai atau jantung yang memberi makna kesetiaan sebagai pelindung kehidupan rakyat Gorontalo.
  • Lambang Daerah Provinsi Gorontalo pada bagian dalam berbentuk bulat lonjong atau bulat telur yang memberi makna adanya gagasan, ide atau cita-cita yang indah, yang kelak menetas menjadi sesuatu kesejahteraan hidup rakyat Gorontalo.
  • Lambang Daerah Provinsi Gorontalo dengan bentuk dalam yang menampakkan keserasian formasi gambar yang terdiri dari warna putih di tengah dan diikuti oleh posisi padi – bintang, kapas – rantai memberi makna adanya keteraturan adat, agama, hukum dalam semua pola kehidupan masyarakat.
  • Lambang Daerah Provinsi Gorontalo dapat dibuat dalam berbagai ukuran sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dimana lambang tersebut ditempatkan
  • Lambang Daerah Provinsi Gorontalo memiliki nuansa global.

   5. Provinsi Jambi

Image

 

Lambang provinsi Jambi berbentuk persegi lima yang melambangkan jiwa dan semangat pancasila rakyat Jambi. Serta adapun makna yang terdapat dienam lubang masjid dan satu keris serta fondasi mesjid dua susun batu diatas lima dan dibawah tujuh:
Melambangkan berdirinya daerah Jambi sebagai daerah otonom yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri pada tanggal 6 Januari 1957.

  • Simbol mesjid : Melambangkan keyakinan dan ketaatan Rakyat Jambi dalam beragama.
  • Keris Siginjai  : Keris Pusaka yang melambangkan kepahlawanan Rakyat Jambi menentang penjajahan dan kezaliman menggambarkan bulan berdirinya Provinsi Jambi pada bulan Januari.
  • Cerana yang pakai kain penutup persegi sembilan : Melambangkan Keiklasan yang bersumber pada keagungan Tuhan menjiwai Hati Nurani.
  • Gong : Melambangkan jiwa demokrasi yang tersimpul dalam pepatah adat.
  • Empat garis : Melambangkan sejarah rakyat Jambi dari kerajaan Melayu Jambi hingga menjadi Provinsi Jambi.
  • Tulisan yang berbunyi : “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” didalam satu pita yang bergulung tiga dan kedua belah ujungnya bersegi dua melambangkan kebesaran kesatuan wilayah geografis.

   6. Provinsi Kalimantan Selatan

Image

 

Lambang Daerah Propinsi Kalimantan Selatan berbentuk “Perisai” dengan warna merah dan hijau, bergaris sisi dengan warna kuning. Perisai adalah alat penangkis dan bertahan yang melambangkan kewaspadaan dan kesanggupan mempertahankan diri, warna merah, melambangkan keberanian, dan kepahlawanan yang gagah perkasa, berjiwa hidup, dan dinamis guna menegakkan kebenaran perjuangan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam menuju “Masyarakat Adil dan Makmur yang Diridhai Allah”.

Warna Hijau, melambangkan kesuburan dan harapan bagi Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan dihari yang akan datang. Warna Kuning, pada sisi perisai, melambangkan bahwa penduduk Kalimantan mempunyai Keperibadian dan kerohanian yang luhur dengan penuh Keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Intan Berwarna Putih Berkilap Memancar
Intan, melambangkan penghasilan daerah Kalimantan Selatan yang sudah terkenal karena mempunyai mutu dan nilai yang sangat tinggi, yang merupakan sumber mata pencaharian penduduk Daerah Kalimantan Selatan. Warna Putih Berkilap Memancar, melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan kalau dipimpin dengan sungguh-sungguh akan sanggup mencapai kecerdasan dan kemajuan serta sanggup pula melaksanakan segala pembangunan menuju kepada kemuliaan dan keagungan Bangsa Indonesia. Bintang Berwarna Kuning Emas Melambangkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa dan perlambang keyakinan bahwa Tuhan mengetahui segala-galanya tanpa ada yang tersembunyi bagi-Nya;
Rumah Banjar Berwarna Hitam
Rumah, berbentuk bangunan spesifik Kalimantan Selatan asli, melambangkan suatu unsur kebudayaan yang dapat dibanggakan.
Warna Hitam, melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan mempunyai kebulatan tekad dan keunggulan menuju kearah pelaksanaan Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Buah Padi dan Batang Karet Melambangkan bagian terbesar dari penghasilan dan sumber kehidupan bagi penduduk Kalimantan Selatan.
Buah padi sebanyak 17 buah, intan dengan 8 pancaran dan Batang Karet sebanyak 1 pohon dengan bergaris 9 yang tersusun 4 di sebelah kiri dan 5 di sebelah kanan adalah merupakan susunan angka 17-8-1945, angka ini melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan tetap setia dan tetap Teguh mendukung Proklamasi 17-8-1945. Pita warna putih melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan sanggup mengikat apa yang dirasakan kesucian dan keikhlasan hati untuk berbuat secara jujur dan bertanggung jawab dengan disertai semanggat kerja sama dan gotong royong.
Tulisan berupa semboyan “Waja Sampai Kaputing”, melambangkan bahwa penduduk Kalimantan Selatan telah tekun dalam bekerja melaksanakan segala sesuatunya dengan penuh rasa kesanggupan dan konsekwen tanpa berhenti ditengah jalan.

 

   7. Provinsi Kalimantan Tengah

Image

 

Lambang Daerah Propinsi Kalimantan Tengah berbentuk segilima, warna dasar merah dan di tengah lambang berwarna hijau, dengan moto isen mulang (Pantang Mundur). Segi lima adalah lambang falsafah hidup bangsa Indonesia adalah Pancasila.Merah adalah lambang keberanian, keperkasaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang memecah belah persatuan dan kesatuan. Hijau adalah lambang kesuburan bumi Tanbun Bungai dengan berbagai kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Talawang (Perisai) adalah lambang alat penangkis serangan musuh yang melambangkan kewaspadaan dan ketahanan masyarakat terhadap anasir-anasir yang merusak baik dari luar maupun dari dalam.

Belanga (Guci), adalah lambang barang pusaka yang bernilai tinggi, yang melambangkan potensi kekayaan alam Kalimantan Tengah. Tali tengang (Tali yang terbuat dari kulit kayu), adalah lambang kekokohan dan kekompakan yang tidak mudah di cerai beraikan. Kapas dan Parei (Kapas dan Padi) adalah lambang bahan sandang pangan yang melambangkan kemakmuran bangsa Indonesia pada umumnya dan rakyat Kalimantan Tengah pada khususnya.

 

   8. Provinsi Riau

Image

 

Bintang berwarna kuning melambangkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mata Rantai berwarna hitam berjumlah 32 (tiga puluh dua) yang berlatar belakang warna hijau muda melambangkan kebersamaan masyarakat Provinsi KepRi yang bersatu padu dan menunjukkan berdirinya Provinsi KepRi sebagai Provinsi yang ke-32 di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perahu berwarna kuning sebagai simbol alat transportasi masyarakat KepRi dengan layar berwarna putih yang terkembang melambangkan semangat kebersamaan dalam satu tekad mengisi laju pembangunan di Provinsi KepRi.

Padi berwarna kuning berjumlah 24 (dua puluh empat) butir dan kapas berwarna hijau dan putih berjumlah 9 (sembilan) kuntum melambangkan kesejahteraan masyarakat Provinsi KepRi sebagai tujuan utama dan mengingatkan tanggal disahkannya Undang-undang terbentuknya provinsi KepRi pada tanggal 24 September 2002. Sebilah keris berluk 7 (tujuh) berwarna kuning emas berhulu kepala burung serindit berwarna hitam, melambangkan keberanian dalam menjaga dan memperjuangkan negeri bahari ini untuk menuju kesejahteraan dan kemakmuran. Tepak sirih berwarna merah melambangkan persahabatan,
perahu berwarna kuning sebagai simbol alat transportasi masyarakat kepulauan Riau dengan layar berwarna putih yang terkembang, melambangkan semangat kebersamaan dalam satu tekad mengisi laju pembangunan di provinsi kepulauan Riau.

Gelombang berlapis 7 sebagai simbol bulan Juli, sehingga mengingatkan pada peresmian Provinsi Kepulauan Riau yakni tanggal 1 Juli 2004. Tulisan “Provinsi Kepulauan Riau” berwarna putih di atas dasar lambang daerah berwarna biru tua sebagai identitas nama daerah. Sedangkan pita berwarna kuning bertuliskan “Berpancang Amanah Bersauh Marwah” berwarna hitam adalah moto daerah yang mengandung semangat dan tekad serta azam masyarakat provinsi KepRi dalam menuju cita-cita luhurnya.

 

   9. Provinsi Nusa Tenggara Barat

Image

 

Unsur-unsur yang tertulis dalam Lambang Daerah Provinsi NTB.

  • Rantai yang terdiri dari 4 berbentuk bundar dan yang 5 berbentuk segi empat, melambangkan tahun 45 (1945).
  • Padi dan kapas
  • Butiran padi sebanyak 58 butir, dan daun kapas sebanyak 17 dan bunga kapas sebanyak 12 kuntum yang semuanya melambangkan tanggal 17 Desember 1958 yaitu saat berdirinya Provinsi NTB.
  • Bintang segi lima yang melambangkan 5 sila dari Pancasila.
  • Gunung yang berasap menunjukkan Gunung Rinjani, gunung berapi yang tertinggi di Pulau Lombok.
  • Kubah melambangkan penduduk Provinsi NTB yang taat dan patuh melaksanakan perintah-perintah agamanya.
  • Kijang, melambangkan binatang khas yang banyak terdapat di Pulau Sumbawa.
  • Prisai sebagai bentuk luar atau latar belakangnya, melambangkan kebudayaan/kesenian rakyat Provinsi NTB dan juga melambangkan jiwa kepahlawanannya.
  • Tulisan berbunyi: NTB, ialah nama Daerah yang berpemerintahan sendiri yang terdiri dari Pulau Lombok dan Sumbawa.
    Arti-arti warna yang dipakai.
  • Biru: kesetiaan, Daerah Provinsi NTB adalah Daerah yang selalu setia pada perjuangan Bangsa Indonesia.
  • Hijau: kemakmuran, kemakmuran adalah cita-cita kita semua dan juga tanda kesuburan dari Daerah Provinsi NTB.
  • Putih: Kesucian, keluhuran rakyat Provinsi NTB yang senantiasa taat bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang langsung pula menjiwai rakyatnya, bercita-cita luhur dan suci serta tindak tanduk baik rokhaniah maupun jasmaniah berdasarkan kesucian.
  • Kuning: kejayaan, keberanian berjuang atas dasar kesucian itu maka membawa kita pada kejayaan.
  • Hitam: abadi, kejayaan yang berdasarkan atas landasan yang luhur akan abadi.
  • Merah: keberanian, kepahlawanan, berjiwa hidup dan dinamis untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

 

   10. Provinsi Papua

Image

 

Pada lambang daerah berbentuk perisai berpaju lima adalah menggambarkan kesiap-siagaan dan ketahanan. Paju lima menunjukkan jumlah sila dalam Pancasila. Warna dasar kuning emas pada bagian bawah perisai dan pita tersebut melambangkan keagungan yang mengandung pengertian sebagai gambaran cita usaha pengalian hasil – hasil kekayaan bumi dan alamnya. Warna dasar biru tua pada bagian atas perisai tersebut, melukiskan kekayaan lautan / perairan Papua. Jalur kuning melingkari tepian perisai tersebut menggambarkan keyakinan tercapainya segala usaha dan perjuangan. Jalur hitam yang melingkari pita dan warna tulisan hitam menggambarkan kemantapan dan kebulatan tekad untuk berkarya swadaya.
Tiga buah tugu yang masing-masing berwarna abu-abu, sebelah kanan dan berwarna putih sebelah kiri di atas tumpukan batu persegi panjang, bersusun 2 (dua) masing-masing berderet 6 (enam) dan 9 (sembilan) yang berwarna putih bergaris-garis batas hitam: Perjuangan trikora dan kemenangan pepera Tahun 1969. Tumpukan batu tersebut juga melambangkan dinamika pembangunan di daerah ini. Warna abu-abu putih dan bergaris-garis hitam melambangkan ketenangan dan kesucian. Setangkai buah padi yang berisi 17 (tujuh belas) butir padi berwarna kuning bertangkai kuning pula yang terdapat di sebelah kanan dan setangkai buah kapas yang terdiri dari 8(delapan) buah berwarna putih bertangkai Hijau Tua yang terdapat disebelah kiri daripada tiga buah Tugu tersebut yang diikat dengan sehelai pita berwarna merah berlekuk 4 (empat) dan berjurai 5 (lima) adalah melukiskan kesatuan dan persatuan bangsa yang dijiwai oleh semangat proklamasi 17 Agustus 1945 untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tiga buah gunung berjajar yang sama tingginya berwarna hijau tua dan berpuncak putih salju adalah menggambarkan ciri khas daerah Papua. Warna hijau tua ketiga buah gunung dan tangkai dari buah kapas itu, melambangkan kesuburan tanah / kekayaan alam daratan Papua. Sedangkan tulisan “Papua” dalam huruf cetak yang berwarna kuning adalah menggambarkan keluhuran / keagungan cita.

 

Sumber :

http://archive.kaskus.co.id/thread/3557326/20 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s