Sajak

(Menghisap sebatang lisong

melihat Indonesia Raya,

mendengar 130 juta rakyat,

dan di langit

dua tiga cukong mengangkang,

berak di atas kepala mereka

Matahari terbit.

Fajar tiba.

Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak

tanpa pendidikan.

Aku bertanya,

tetapi pertanyaan-pertanyaanku

membentur meja kekuasaan yang macet,

dan papantulis-papantulis para pendidik

yang terlepas dari persoalan kehidupan.

Delapan juta kanak-kanak

menghadapi satu jalan panjang,

tanpa pilihan,

tanpa pepohonan,

tanpa dangau persinggahan,

tanpa ada bayangan ujungnya.)

 

 

(Menikmati hidup hari demi hari,

dan melihat beberapa keadaan sekitar,

mendengar omongan (keluhan) masyarakat disekitar kita,

hanya ada beberapa orang saja yang menikamati indahnya suatu kehidupan,

tanpa ada yang melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan,

ketika pagi tiba,

dan menatap kehidupan diluar saat pagi hari,

banyak sekali orang yang tak dipedulikan tanpa adanya suatu keadilan,

ada banyak hal yang menjanggal dibenak pikiranku,

menghantam segala kepemimpinan yang belum terpenuhi,

dan ukiran papan yang digunakan untuk menimba ilmu,

yang tak terikat dari suatu bagian kehidupan.

Beberapa masyarakat disekitar kita,

menjalani suatu perjalanan yang entah belum jelas arah dan tujuan,

danpa adanya perlindungan, tanpa adanya suatu tempat pemberhentian,

dan tidak tau kapan akan berakhir.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s