Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Terpimpin adalah sebuah sistem demokrasi dimana setiap keputusan serta pada pemikiran berpusat pada pemimpin negara.

Kebijakan-kebijakan pemerintah setelah dekrit

  1. Bidang Politik
    1. Pembentukan MPRS.
    2. Pembentukan DPAS.
    3. Pembentukan cabinet kerja.
    4. Melakukan penataan organisasi pertahanan dan keamanan.
    5. Perdahanan partai polik = Pembubaran Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan Masyumi.
    6. Pembentukan front nasional.
  2. Bidang Ekonomi
    1. Kebijakan Moneter ialah menurunkan nilai uang kertas pecahan Rp 500 dan
  • Rp 1.000 menjadi Rp 50 dan Rp 100.
  1. Membentuk Dewan Perancang Nasional (Dapernas)
  • Pada tahun 1963 diganti dengan Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) dipimpin oleh Presiden Soekarno.
  1. Mengintegrasikan semua bank negara ke dalam suatu organsasi yaitu Bank Sentral.
  2. Mengadakan Demokrasi Ekonomi (Dekon).

 

  • Penyimpangan-penyimpangan pemerintah pada masa demokrasi terpimpin
  1. Kebijakan dalam bidang politik dalam negeri.
    1. Kebijakan naskomisasi di seluruh bidang kehidupan.
    2. Pemberian atribut-atribut kebesaran bagi Presiden.
    3. Keputusan MPRS untuk memasukan pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan kembali revolusi kita”.
    4. Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955.
    5. Pengangkatan pimpinan MPRS sebagai menteri.
    6. Mekanisme pengangkatan anggota MPRS dan DPRGR melalui penujukkan Prsiden Soekarno.
    7. Kebijakan MPRS tahun 1963 tentang sebagai penetapan Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
    8. Kebijakan di bidang politik luar negeri.
  2. Penyelenggaraan politik konfrontasi, pembagian negara menjadi 2 kekuatan yang saling bertikai :
  • NEFO (New Emerging Force) ialah negara-negara komunis – progresif.
  • OLDEFO (Old Established Force) ialah negara-negara kapitalis – imperialis.
  1. Pembelokan politik luar negeri Indonesia dengan membentuk Jakarta -Peking yang menjadi poros anti-komunis dan anti-imperialis.
  2. Mengadakan Ganefo (Games of Nefo).
  3. Menerapkan politik mercusuar ialah menyelenggarakan pembangunan proyek-proyek raksasa yang bertujuan mendapatkan prestige di dunia internasional, seperti : Monas, Senayan, Jembatan Ampora.
  4. Berupaya menarik negara-negara di Afrika dan Timur Tengah untuk diadakannya Conference on the New Emerging Force (CONEFO) untuk menyaingi PBB.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s