Mengetahui Karakter Seseorang Berdasarkan Usia

Pada hakekatnya semua manusia itu sama baik laki-laki maupun perempuan, hanya saja yang memberdakan adalah sifat dan tingkah laku seseorang pada usia-usia tertentu.

Menurut Sugiyanto dan Sudjarwo (1991) secara garis besar ada 5 fase perkembangan dalm hidup manusia:

  1. Fase Prenatal (sebelum lahir).
  2. Fase Infant (bayi), yaitu fase perkembangan mulai lahir sampai umur 1-2 tahun. Mulai lahir sampai 4 minggu merupakan fase kelahiran atau neonatal.
  3. Fase Childhood (anak-anak), adalah fase perkembangan mulai umur 1atau 2 tahun sampai 10-12 tahun, fase ini diklasifikasikan lagi menjadi dua, yaitu early childhood (anak kecil) antara 1-6 tahun, dan later childhood (anak besar) antara 6-12 tahun.

Misalkan saja balita yang baru lahir tidak mengetahui apa-apa dan bahkan belum mengenal orang tuanya, adapun beberapa sifat balita yang akan tumbuh beberapa tahun mendatang berkisar pada usia 0 sampai 5 tahun biasanya memiliki sifat yang egois, agresif, bossy atau bisa dikatakan suka merintah, terkadang suka menyendiri, dan pemalu.

 3

Macam-macam karakter balita

Yang terpenting dari salah satu sifat balita yang telah disebutkan tidak mengganggu pertumbuhan anak, dan bisa memperhatikan setiap perubahan yang terdapat pada balita itu sendiri, setiap orang tua harus bisa lebih teliti dan sigap dalam melakukan setiap pembelajaran untuk balita karena pada usia tersebut balita belum mengetahui hal-hal apa saja yang mereka anggap itu benar atau salah untuk dilakukan, kenapa dikatakan peran orang tua itu penting? Dapat disimpulkan bahwa daya kembang seorang anak itu bisa menjadi baik bila mendapat perhatian khusus oleh orang tua khusunya ibu yang lebih mempunyai kontak batin dengan sang balita. 

4

Setelah mengalami pertumbuhan dari balita akan tumbuh menjadi Anak Usia Dini, perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. Oleh karena itu psikologi perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Dalam usia ini biasanya anak mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keesmasaan, karena pada usia inilah anak akan sangat merasakan kepekaan dan sangat sensitive terhadap sesuatu baik itu dari internal (keluarga) maupun eksternal (lingkungan sekitar). Disinilah peran sebagai orang tua harus lebih waspada hal-hal apa saja yang akan dilakukan oleh anak harus lebih diperhartikan karena akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. Serta guna mendukung hal tersebut berikut adalah beberapa hal yang harus di perhatikan orang tua mengenai perkembangan anaknya.

Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif anak terbagi ke dalam beberapa tahap :

  1. Tahap Sensorimotor, pada tahap ini kemampuan anak hanya pada gerakan refleks, mulai mengembangkan kebiasaan-kebiasaan awal, mereproduksi berbagai kejadian yang menurutnya menarik, mulai menggunakan berbagai hal atau peralatan guna mencapai tujuannya, melakukan berbagai eksperimen dan anak sudah mulai menemukan berbagai cara baru. Tahap sensorimotor terjadi saat usia 0-2 tahun.
  2. Tahapan Pra-Operasional, pada tahap ini anak mulai menerima berbagai rangsangan yang masih terbatas, Kemampuan bahasa anak mulai berkembang, meskipun pola pikirnya masih bersifat statsi dan masih belum mampu untuk berpikir secara abstrak, persepsi mengenai waktu dan mengenai tempat masih tetap terbatas. Tahap pra-operasional berkembang saat usia anak 2-7 tahun.
  3. Tahap Konkret Operasional, pada tahap ini anak sudah bisa menjalankan operasional dan berpikirnya mulai berpikir secara rasional. Dalam tahap ini tugas-tugas seperti menyusun, melipat, melakukan pemisahan, penggabungan, menderetkan dan membagi sudah dapat dilakukan oleh anak. Tahap konkret operasional berlangsung pada usia 7-11 tahun.
  4. Tahap Formal Operasional, dalam tahap ini anak sudah mulai beranjak sebagai seorang remaja. Dalam tahap ini, anak sudah mulai berpikir secara hipotetik, yaitu penggunaan hipotesis yang relevan sudah dilakukan anak guna memecahkan berbagai masalah. Sudah mampu menampung atau berpikir terhadap hal-hal yang menggunakan prinsip-prinsip abstrak, sehingga anak sudah bida menerima pelajaran-pelajaran yang bersifat abstrak seperti matematika, agama dan lain-lain.

Setelah tumbuh dari anak-anak menjadi remaja. Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebutanak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa, Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.

Pada dasarnya setiap usia mempunyai ciri-ciri baik usia anak-anak, remaja, dewasa, dan usia tua. Sesuai judul, maka yang dijelaskan dalam artikel ini, adalah ciri-ciri remaja.

Menurut Hurlock (2000), masa remaja memiliki ciri-ciri yang terdiri dari:

  1. Masa remaja sebagai periode perubahan. Remaja mengalami perubahan penting dalam hidupnya baik dari segi fisik maupun mentalnya untuk menuju kedewasaan diri.
  2. Masa remaja sebagai periode peralihan. Dalam setiap periode peralihan, status individu tidaklah jelas dan terdapat keraguan akan perannya yang harus dilakukan. Pada masa ini, remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa.
  3. Masa remaja sebagai periode perubahan. Ada empat perubahan yang hampir bersifat universal. Pertama, meningginya emosi yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. Kedua, perubahan tubuh, minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial, menimbulkan masalah baru. Bagi remaja masalah baru yang timbul tampaknya lebih banyak dan remaja akan tetap merasa ditimbuni masalah, sampai ia sendiri menyelesaikannya menurut kepuasannya. Ketiga, berubahnya nilai-nilai, apa yang di masa anak-anak dianggap penting sekarang setelah hampir dewasa tidak penting lagi. Keempat, sebagaian besar remaja bersifat ambivalen terhadap setiap perubahan,mereka menginginginkan perubahan dan menuntut kebebasan, tetapi mereka sering takut bertanggung jawab akan akibatnya.
  4. .Masa remaja sebagai usia bermasalah. Masalah masa remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi. Ketidakmampuan mereka untuk mengatasi masalah membuat banyak remaja akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan mereka.
  5. Masa remaja sebagai masa mencari identitas. Pada periode ini remaja melakukan identifikasi dengan tokoh atau orang yang dikaguminya.
  6. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan. Adanya stereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang berperilaku merusak, mempengaruhi konsep diri dan sikap remaja terhadap dirinya sendiri dan akhirnya membuat peralihan ke masa dewasa menjadi sulit.
  7. Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik. Remaja cenderung melihat kehidupan melalui kaca berwarna merah jambu. Ia melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita-cita.
  8. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa. Remaja mulai memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan status kedewasaan, yaitu merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan seks bebas.

Setelah manusia remaja lalu tumbuh menjadi orang yang dewasa yang lebih memiliki sebuah paradigm pemikiran yang matang dan jernih dibandingkan sebelumnya serta lebih mengalami perubahan sebab dapat menganalisis suatu masalah dan dapat menyimpulkan sebuah keputusan yang benar. Ketika menginjak umur kurang lebih 20 tahun manusia akan  menerima peran-peran baru dalam usia 30-an kita mulai merasa terjepit dengan tanggung jawab ketika sudah menikah manusia akan lebih merasakan suatu bentuk perjuangan untuk menafkahi keluarga dan membiayai anak-anaknya bila sudah bersekolah nanti dalam posisi tersebut manusia akan sering mengalami depresi dan stress berlebih dalam jangka waktu yang panjang.

Dalam usia 40-an kita mulai merasakan perasaan urgensi bahwa hidup kita cepat berlalu dan karena usia yang sudah sangat rentan bahkan kita kadang memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan aktifitas sehari-hari baik dirumah maupun diluar rumah, semakin tua umur manusia akan semakin kehilangan fungsi organ-organ tubuhnya dan sangat sensitif akan sesuatu yang timbulnya akan sering mengalami berbagai penyakit yang dapat menimbulkan kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s