Ideologi Islam

Pada dasarnya setiap kehidupan manusia pasti memiliki sebuah arah tujuan yang tepat untuk mencapai suatu target yang sudah dirancang jauh-jauh hari. Tidak ada satu orangpun yang tidak mempunyai visi dan misi kehidupan, karena dari situlah manusia mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk jangka waktu mendatang dan menentukan arah tujuan hidup untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

1

Dan tidak semua manusia mempunyai pemikiran (ideologi) atau pandangan hidup yang baik, karena ada beberapa manusia pasti memiliki sifat hawa nafsu yang sangat berlebihan dan tidak peduli akan sesama manusia disekelilingnya, beberapa manusia yang mempunyai sifat seperti itu sangat berbahaya khususnya untuk kelangsungan hidup untuk jangka waktu yang panjang dalam kitab suci Al-qur’an sudah dijelaskan pada surat ar-rum ayat 41 :

Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. (QS. Ar-Rum : 41)”.

Sudah jelas apa yang telah dijelaskan dalam kitab suci Al-qur’an bahwa sudah ada kerusakan yang nyata akibat dari perbuatan manusia dan akan dirasakan (akibat) dari apa yang telah dilakukannya.

Dari sekian banyak manusia bila mempunyai suatu pemikiran (ideologi) yang bagus pada suatu negara akan menimbulkan sebuah efek yang positif bagi masyarakat sekitar maupun warga negara lain salah satunya yaitu “Ideologi Islam”. Ideologi Islam adalah sebuah sistem politik yang berdasarkan pada akidah agama Islam. Kenapa mesti ideologi Islam? Karena pada setiap manusia pasti ingin membuat suatu pemahaman atau bahkan peraturan (sistem) baru untuk diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari, dibandingkan dengan pemahaman manusia yang masih jauh dari sempurna maka pasti akan timbul sebuah kerusakan atau pertentangan oleh banyak masyarakat, dari situlah kenapa perlunya sebuah pemahaman (ideologi) Islam untuk dapat menstabilkan kondisi masyarakat yang sedang caruk maruknya kehidupan. Dalam pandangan Islam tidak melihat dari suatu kaum (masyarakat) entah itu beda agama, beda negara dsb. Karena Islam tidak memandang hanya kesalah satu pihak saja, bahkan semua pihak dan keberbagai aspek kehidupan di atur oleh Islam.

 2

Ciri Ideologi Islam :

Di bawah ini adalah ciri-ciri ideologi Islam menurut beberapa pihak:

  • Sumber: Wahyu Allah SWT kepada Rasulullah SAW.
  • Dasar kepemimpinan ideologis: La ilaha illallah (menyatukan antara hukum Allah SWT dengan kehidupan).
  • Kesesuaian dengan fitrah: Islam menetapkan manusia itu lemah. Jadi, segala aturan apapun harus berasal dari Allah SWT lewat wahyu-Nya.
  • Pembuat hukum dan aturan: Allah SWT lewat wahyu-Nya. Akal manusia berfungsi menggali fakta dan memahami hukum dariwahyu.
  • Fokus: Individu merupakan salah satu anggota masyarakat. Individu diperhatikan demi kebaikan masyarakat, dan masyarakat untuk kebaikan individu.
  • Ikatan perbuatan: Seluruh perbuatan terikat dengan hukum syaro’. Perbuatan baru bebas dilakukan bila sesuai dengan hukum syaro’.
  • Tujuan tertinggi yang hendak dicapai: Ditetapkan oleh Allah SWT, sebagaimana telah dibahas.
  • Tolak ukur kebahagiaan: Mencapai ridho Allah SWT, yang terletak dalam ketaatan dalam setiap perbuatan.
  • Kebebasan pribadi dalam berbuat: Distandarisasi oleh hukum syaro’. Bila sesuai, bebas dilakukan. Bila tidak, maka tidak boleh dilakukan.
  • Pandangan terhadap masyarakat: Masyarakat merupakan kumpulan individu yang memiliki perasaan dan pemikiran yang satu serta diatur oleh hukum yang sama.
  • Dasar perekonomian: Setiap orang bebas menjalankan perekonomian dengan membatasi sebab pemilikan dan jenis pemiliknya. Sedangkan jumlah kekayaan yang dimiliki tidak boleh dibatasi.
  • Kemunculan sistem aturan: Allah SWT telah menjadikan bagi manusia sistem aturan untuk dijalankan dalam kehidupan yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. Manusia hanya memahami permasalahan, lalu menggali hukum dari Al Qur’an dan As Sunnah.
  • Tolok ukur: Halal dan haram.
  • Penerapan hukum: Atas dasar ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan dari masyarakat.

Selain ciri-ciri diatas, adapun ide-ide yang digunakan dalam Islam yaitu :

Ide

  • Aqidah ‘aqliyyah : Rukun iman.
  • Etik : Jalan yang Lurus

Penyelesaian masalah hidup : identetan hukum dalam ibadah, sosial masyarakat, ekonomi, pemerintah, pendidikan, pengandilan, dan akhlak. Penganut ideologi Islam percaya jika sebelum kehidupan adalah berasal dari Allah SWT, saat kehidupan bertujuan untuk mendapatkan ridha-Nya, dan setelah meninggal kembali kepada-Nya dengan pertanggungjawaban.

Sesorang yang terbentuk pemikirannya sesuai dengan syariat Islam akan mengetahui semua hukum yang dibuat langsung oleh Allah SWT melaksankannya sesuai dengan yang sudah tercantum dalam kitab suci Al Qu’an dan Al Hadits dan menjauhi semua larangan yang diharamkan tidak hanya itu saja, segala sifat dan tingkah laku seseorang terhadap sesame makhluk ciptaan Allah SWT maupun terhadap diri sendiri. Prilaku terhadap diri sendiri bisa terlihat dari sifat seseorang yang tidak memaksakan suatu kemampuannya diluar batas, karena bila tetap dilakukan akan timbul penyakit yang dialaminya dalam waktu berhari-hari. Dan ketika melihat dirinya sebagai warga negara yang mempunyai nilai lebih dalam arti orang tersebut lebih menjaga prilaku dan sifatnya agar terlihat baik dan mencerminkan orang yang sopan terjaga baik itu dari lisan, dan tulisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s