Manusia dan Budaya Kriminalisasi

Manusiadan Budaya Kriminalisasi

 

 

Ilmu Budaya Dasar

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

MIFTA MUZAKI

14212573

 

MANAJEMEN – 1EKA04

 

 

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA 2012

KATA PENGANTAR

 

Puji serta syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmah, taufiq serta hidayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Manusia dan Budaya Kriminalisasi”yang merupakan salah satu tugas kedua dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Dalam tugas makalah ini membahas mengenai mengidentifikasikan tulisan, latang belakang, tujuan, manfaat bagi pembaca, membuat kesimpulan, dan saran dalam makalah.Serta disusun berdasarkan dengan materi-materi yang ada dan berdasarkan kejadian serta aktifitas masyarakat Indonesia pada setiap harinya.Materi-materi yang dibuat bertujuan agar pembaca nantinya bisa lebih memahami makna dari sebuah cinta kasih dan hubungannya dengan kehidupan manusia dalam sehari-hari.

Penulis menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan atas segala kekurangannya. Dan penulis pun berharap semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi semua, dan akhir kata penulis berharap bahwa yang akhirnya nanti makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membacanya.

 

 

 

 

Depok, 6 November 2012

Penulis

KATA PENGANTAR.. 2

BAB I PENDAHULUAN.. 4

1.1                                Latar Belakang. 4

1.2                                Tujuan Penulisan. 5

1.3                                Ruang Lingkup Masalah. 5

1.4                                Metodologi Penulisan. 5

1.5                                Sistematika Penulisan. 5

BAB II PEMBAHASAN.. 6

2.1                                Pengertian Pidana. 6

2.2                                Perubahan Kebudayaan. 7

2.3                                Hubungan Manusia dengan Budaya Kriminalitas. 8

BAB III PENUTUP. 9

3.1                                Kesimpulan. 9

3.2                                Saran. 10

DAFTAR PUSTAKA.. 10

 

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang

Pada zaman modernisasi ini kebudayaan telah menjadi hal yang utama bagi setiap kalangan manusia untuk dijadikan sebagai gaya hidup masing-masing. Melalui budaya manusia dapat berkembang, melalui budaya manusia dapat berubah dari buruk menjadi baik ataupun sebaliknya dari baik mejadi buruk, karena budaya itu tidak semuanya selalui positif tergantung manusia sendiri yang bias mengatur budaya itu menjadi positif atau negatif.

Disetiap kegiatan aktifitas sehari-hari manusia biasa melakukan suatu kewajiban hidup untuk menafkahi keluarga, atau berlomba mencari ilmu untuk kepentingan pribadi. Manusia dapat membuat perubahan budaya ditempat dimana mereka tinggal, dalam sebuah perubahan budaya awalnya manusia pasti merasakan kejanggalan atau ketidaknyamanan budaya yang mereka lakukan atau bias saja mereka mengetahui efek baik atau buruk suatu budaya pada suatu tempat yang dianggap dapat merugikan bagi dirinya atau untuk orang lain. Oleh karena itu disini penulis akan menjelaskan akan berbagai hal mengenai Manusia dan Budaya Kriminalisasi.

1.2             Tujuan Penulisan

Pada tugas makalah ini bertujuan agar para pembaca nantinya bisa memahami pengertian dari suatu budaya pada tempat tertentu dan kejadian-kejadian yang ada ditempat tersebut.

1.3             Ruang Lingkup Masalah

Dalam ruang lingkup masalah ini dapat dilihat dalam setiap aktifitas manusia dalam setiap harinya dan sifat atau karakteristik manusia kepada sesama manusia.

1.4             Metodologi Penulisan

Metode yang digunakan adalah metode deskripsi analisis.Yang dimaksud dengan metode deskripsi analisis adalah metode yang memberikan gambaran-gambaran secara objektif, menguraikannya serta membahasnya secara lengkap tentang pembuatan makalah yang berjudul “Manusia dan Budaya Kriminalisasi”.

1.5             Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam makalah ini yaitu :

  • BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ruang lingkup masalah, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.

  • BAB II PEMBAHASAN

Pada Bab ini yang akan membahas dari segi pengertian budaya dan segala hal yang berkaitan dengan Manusia dan Budaya Kriminalisasi.

  • BAB III PENUTUP

Bab ini terdapat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah ini serta saran bagi penulis untuk pembaca.

  • DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka berisi sumber-sumber materi yang di ambil untuk membuat makalah ini.

 

 

 BAB II
PEMBAHASAN

2.1             Pengertian Pidana

Pidana atau criminal adalah segala sesuatu hal yang dianggap melanggar atau tidak mematuhi hokum yang sudah ada seperti : seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham. Dan juga selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim, maka orang ini disebut seorang terdakwa. Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti. Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana.

Ada banyak faktor yang berkemungkinan terjadinya suatu tindak kriminal itu terjadi ditengah-tengah masyarakat, dan biasanya juga tindakan tersebut tanpa diketahui oleh korban dan berlangsung sekejap dapat merugikan banyak masyarakat. Biasanya pelaku melakukan suatu tindakan kriminal karena terdesak suatu himpitan ekonomi yang menjulang naik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan biasanya pelaku adalah orang yang sangat kita kenal karena pelaku bias memahami betul siatuasi dan kondisi yang akan ditargetkan untuk melaksanakan aksinya dan tanpa pandang bulu. Lebih parahnya lagi bila aksinya itu gagal atau prosesnya itu memakan waktu yang lama karena bias menjadi perkelahian antara korban dan pelaku, biasanya pelaku membawa suatu benda tajam atau biasanya senjata rakitan yang dibuat oleh mereka sendiri.

2.2             Perubahan Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Menurut beberapa ahli Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari,karena perubahan gaya hidup manusia, perubahan zaman dan lain lain maka budayapun ikut beradaptasi dengan lingkungan kehidupan yang ada.

Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Menurut saya, kebosanan manusia lah yang sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan peperangan dari luar. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara, yaitu penetrasi damai dan penetrasi kekerasan Penetrasi damai (penetration pasifique) adalah Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis.

Akulturasi suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah suatu integrasi dari dua atau lebih elem yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru atau bisa juga dikatakan bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli

2.3             Hubungan Manusia dengan Budaya Kriminalitas

Setiap manusia setiap harinya mengalami suatu perubahan baik itu dari internal maupun eksternal, dan setiap perubahan budaya pasti selalui dikaitkan dengan tindak kejahatan atau tindak kriminal yang terjadi ditengah-tengah masyarakat itu sendiri. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya:

  • Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi.
  • Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan baru (Invention), dan Proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
  • Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya menjadi pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau bahkan berusaha memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
  • Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya:

  • Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan yang mendasar pada suatu negara baik seluruh wujud budaya (sistem budaya, sistem sosial, dan unsur-unsur budaya fisik) maupun seluruh unsur budaya (sistem pengetahuan, teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, sistem religi, dan kemasyarakatan). Biasanya akibat ini lebih berpengaruh kepada negara yang kalah.
  • Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan alam, seperti mebuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus menerus di lahan pertanian, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merugikan manusia sendiri seperti kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda, dan sarana umum lainnya.
  • Pengaruh budaya lain, seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi), Pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya (Akulturasi), dan Pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang baru tanpa terlihat budaya yang lama sama sekali (Asimilasi).

Suatu kebudayaan menimbulkan suatu daya tarik tersendiri untuk melakukan suatu hal yang baru yang belum pernah yang dilakukan oleh manusia tanpa mengetaui hal yang dilakukan itu baik atau buruk dan tanpa melihat resiko yang ada kepada orang-orang disekitarnya, dan mengakibatkan suatu kebudayaan yang timbul hanya pada suatu tempat seperti sekolah. Anak remaja saat ini cenderung sangat mengikuti gaya hidup yang ada dan membawanya kemanapun yang ia tuju dan berusaha untuk mengajak teman-temannya untuk menjalankan suatu hal yang menarik baginya, entah itu dapat dari lingkungan dirumahnya karena bisa juga mereka dapatkan suatu unsur nilai budaya yang positif atau negatif dari tempat tinggalnya

BAB III
PENUTUP

3.1             Kesimpulan

Dari tulisan makalah diatas dapat disimpulkan bahwa pada setiap budaya yang ada pada suatu tempat, dan perubahan budaya yang sangat cepat serta gaya hidup masyarakat yang selalu menampilkan suatu hedonism dalam kehidupan dapat memancing suatu tindakan kriminal, karena kejahatan terjadi bukan hanya semata-mata diwaktu-waktu khusus tetapi dikapanpun dan dimanapun ada kesempatan pasti tindakan kriminal itu terjadi. Hubungan manusia dengan suatu budaya kriminalisasi sangat kental, karena dimana pada suatu tempat memulai suatu perubahan pasti ada beberapa pihak yang akan merubah atau mengganti suatu perubahan budaya tersebut sesuai dengan gaya hidupnya sendiri, akibatnya ada beberapa pihak yang tidak setuju akan sifat mau menang sendiri itu timbulah suatu kejolak konflik ditengah-tengah masyarakat, dan timbul rasa ketidaknyamanan antara pihak satu dengan yang lainnya.

3.2             Saran

Disuatu tempat yang mengalami suatu perubahan budaya akan juga mengalami suatu gaya hidup dan apapun yang dilakukannya setiap harinya akan berubah sesuai dengan aturan budaya tersebut, apapun yang diatur oleh sebuah budaya hendaknya melakukan suatu perundingan untuk menyesuaikan dengan yang lainnya agar tidak menjadi suatu konflik yang dapat merugikan orang lain. Dan lakukan sesuatu hal yang wajar agar tidak terjadi hal yang tidak wajar. Maka dari itu lakukan sesuatu hal yang sederhana agar tidak terjadi suatu tindak kriminal.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://saefulnugroho.blogspot.com/2012/03/faktor-yang-mempengaruhi-perubahan.html (Tanggal 7 November 2012)

http://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya (Tanggal 8 November 2012)

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s