Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama

Ilmu Budaya Dasar

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

MIFTA MUZAKI

14212573

 

MANAJEMEN – 1EKA04

 

 

 

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA 2012

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmah, taufiq serta hidayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama” yang merupakan salah satu tugas kedua dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Dalam tugas makalah ini membahas mengenai mengidentifikasikan tulisan, latang belakang, tujuan, manfaat bagi pembaca, membuat kesimpulan, dan saran dalam makalah. Serta disusun berdasarkan dengan materi-materi yang ada dan berdasarkan kejadian serta aktifitas masyarakat Indonesia pada setiap harinya. Materi-materi yang dibuat bertujuan agar pembaca nantinya bisa lebih memahami definisi dari kebudayaan dan konsepsi ilmu budaya dasar yang dikaitkan dengan agama.

Penulis menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan atas segala kekurangannya. Dan penulis pun berharap semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi semua, dan akhir kata penulis berharap bahwa yang akhirnya nanti makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membacanya.

 

 

 

 

Depok, 6 November 2012

         Penulis

 

 

 

KATA PENGANTAR.. 2

BAB I PENDAHULUAN.. 4

1.1                                Latar Belakang. 4

1.2                                Tujuan Penulisan. 4

1.3                                Ruang Lingkup Masalah. 5

1.4                                Metodologi Penulisan. 5

1.5                                Sistematika Penulisan. 5

BAB II PEMBAHASAN.. 6

2.1                                Pengertian Ilmu Budaya Dasar 6

2.2                                Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama. 8

2.3                                Konsepsi Ilmu budaya dasar dalam Filsafat 9

2.4                                Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Keindahan. 9

BAB III PENUTUP. 10

3.1                                Kesimpulan. 10

3.2                                Saran. 10

DAFTAR PUSTAKA.. 11

 

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

  1.1            Latar Belakang

Pada zaman era globalisasi ini banyak sekali terjadinya perkembangan dalam suatu kehidupan manusia pada sehari-harinya, termasuk dalam hal kebudayaan manusia. Manusia tidak akan terlepas dari budaya pada setiap harinya yang mereka lakukan untuk menyempurnakan suatu kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda.

Dalam sebuah agama terdapat tata cara melakukan sesuatu hal yang sudah diperintahkan olh sang pencipta dan . Oleh karena itu disini penulis akan menjelaskan akan berbagai hal mengenai Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama.

  1.2            Tujuan Penulisan

Pada tugas makalah ini bertujuan agar para pembaca nantinya bisa memahami pengertian dari budaya dan hubungan manusia dengan kebudayaan, dan memahami ilmu dasar budaya itu berkaitan ke berbagai aspek kehidupan terutama agama yang mengatur dari segi jasmani dan rohani pada setiap individu manusia.

  1.3            Ruang Lingkup Masalah

Dalam ruang lingkup masalah ini dapat dilihat dalam setiap aktifitas antara hubungan kehidupan manusia dengan suatu kebudayaan beragama.

  1.4            Metodologi Penulisan

Metode yang digunakan adalah metode deskripsi analisis. Yang dimaksud dengan metode deskripsi analisis adalah metode yang memberikan gambaran-gambaran secara objektif, menguraikannya serta membahasnya secara lengkap tentang pembuatan makalah yang berjudul “Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama”.

 

 

 

 

  1.5            Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam makalah ini yaitu :

  • BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ruang lingkup masalah, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.

  • BAB II PEMBAHASAN

Pada Bab ini yang akan membahas dari segi pengertian budaya dan segala hal yang berkaitan dengan Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama.

  • BAB III PENUTUP

Bab ini terdapat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah ini serta saran bagi penulis untuk pembaca.

  • DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka berisi sumber-sumber materi yang di ambil untuk membuat makalah ini.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Sederhananya pengertian dari budaya adalah suatu pembelajaran yang membahas tentang kegiatan atau rutinitas manusia disuatu daerah tertentu yang dilakukan secara berulang-ulang dan diwariskan kepada generasi-generasi penerusnya. Pentingnya suatu nilai budaya dalam diri manusia karena dalam berbudaya manusia bisa belajar serta dapat memahami suatu konsep kehidupan yang dijalaninya setiap harinya.

Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Ilmu Budaya Dasar termasuk dari kelompok pengetahuan budaya, dan perlu diketahui bahwa pengelompokan ilmu pengetahuan menurut Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :

1. Natural Science

Natural science atau yang disebut dengan Ilmu Ilmiah atau yang dikenal dengan Ilmu Pengetahuan Alam yang bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan atau gejala-gejala yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan beberapa metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi, yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

 

2. Social Science

Social Science atau yang disebut dengan ilmu sosial adalah  sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ilmu ini biasa digunakan untuk mempelajari suatu budaya masyarakat secara menyeluruh dan membahas aspek-aspek kehidupan yang sudah diatur oleh negara. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.

3. The Humanities

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari tau arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.

Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain:  seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedangkan Ilmu Budaya Dasat (Basic Humanitie ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

  2.2            Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama

Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Dikatakan bahwa agama yang berhubungan uatu unsur kebudayaan itu memiliki suatu kegiatan rutin yang dilakukan oleh manusia sendiri, dan membentuk pola pikir manusuia juga dapat melaui suatu kebudayaan atau agama.

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Salah satu syarat yang teramat penting dalam kehidupan manusia adalah keyakinan, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai agama.

Yang menjadi pokok utama bagi manusia untuk mempercayai Tuhan dan perlunya hidup beragama adalah kebutuhan manusia akan rasa aman. Mereka yakin tiada daya dan upaya yang akan mempengaruhi kalau Tuhan tidak mengizinkan. Tuhan yang kita maksud adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki kekuatan dan kasih sayang serta Tuhan yang menjadi sasaran beribadah.

Bagi orang yang percaya kepada Tuhan, perasaannya merasa selalu dilindungi oleh Tuhan baik dalam keadaan apapun, mereka tidak merasa takut. Kita perlu mempunyai kepercayaan terhadap Tuhan, mengingat kebutuhan jiwa pada diri kita. Begitu juga dengan orang yang kehilangan kepercayaan diri, harga diri dan kasih sayang, kalau mereka percaya akan Tuhan maka mereka akan bisa menghadapinya dengan penuh ketenangan.

Setiap daerah, setiap agama, dan setiap orang mempunyai cara-cara atau budaya tersendiri untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Seperti di Bali, sebagian penduduknya memeluk agama Hindu, mereka mempunyai cara tersendiri dalam melakukan pemujaan terhadap Tuhan, mereka memuja Tuhan dengan sesajen yang berisi macam-macam buah dan kembang berwarna warni. Daerah lainnya seperti Jawa, Madura, Kalimantan dan sebagainya mempunyai cara tersendiri sesuai agamanya. Meskipun cara atau pun kebudayaannya berbeda  tetapi tujuannya sama yaitu Tuhannya.

  2.3            Konsepsi Ilmu budaya dasar dalam Filsafat

Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Sedangkan kebudayaan adalah sebuah tradisi atau kebudayaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Bila dibandingkan filsafat dengan budaya memiliki satu kesamaan hanya saja ilmu filsafat itu mengkaji sebuah ilmu melalui dasarnya sedangkan budaya sebuah ilmu yang mempelajari suatu dasar berfikir manusia dari kegiatan (aktifitas) sehari-hari. Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat itu mengendalikan cara berfikir kebudayaan, oleh karena itu perbedaan kebudayaan dapat dikembalikan kepada perbedaan filsafat. Pendekatan filosofis yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman..

  2.4            Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Keindahan

Keindahan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Kaitannya budaya dengan keindahan merupakan suatu kaitan yang saling mendampingi dalam arti bahwa dimana ada suatu budaya yang terdapat pada dalam lingkungan pasti terdapat sisi keindahan tersendiri. Ilmu budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk di dalam pengetahuan budaya, akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian seseorang dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Pada zaman yunani dahulu juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk berdasarkan uatu pendengaran misalnya melalui musik. Jadi pengertia keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

  • Keindahan seni
  • Keindahan alam
  • Keindahan moral
  • Keindahan intelektual

 

 

 

BAB III
PENUTUP

  3.1            Kesimpulan

Dari tulisan diatas dapat disimpulkan bahwa suatu kebudayaan ternyata memiliki nilai-nilai tersendiri dari sosial, ekonomi, dan terutama agama.  Dan dari budayalah manusia dapat tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi manusia lainnya serta memiliki suatu karakter yang berbeda dari orang lain, karena dari Agama manusia dapat memilah dan memilih mana yang dapat diambil dan digunakan sebagai panutan hidup.

3.2            Saran

Ilmu Budaya Dasar dapat dikaitkan keberbagai aspek kehidupan manusia, dari suatu kebudayaanlah manusia dapat tumbuh dan belajar. Agama adalah suatu kebudayaan yang dilakukan manusia untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, banyak hal yang diberikan melalui Agama baik itu jasmani maupun rohani, dan dalam sebuah Agama juga memiliki suatu peraturan tersendiri untuk mengatur umatnya agar tidak menjadi ornag yang semena-mena dan dapat terjalin suatu kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_sosial

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s