Korelasi Antara Pendidikan dan Manusia dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya

Korelasi Antara Pendidikan dan Manusia dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya

Ilmu Budaya Dasar

Disusun Oleh :

MIFTA MUZAKI

14212573

 

MANAJEMEN – 1EKA04

  

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA 2012

KATA PENGANTAR

           Puji serta syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmah, taufiq serta hidayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Korelasi Antara Pendidikan dan Manusiad alam Menjaga dan Melestarikan Budaya”  yang merupakan salah satu tugas pertama dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Dalam tugas makalah ini membahas mengenai mengidentifikasikan tulisan, latang belakang, tujuan, manfaat bagi pembaca, membuat kesimpulan, dan saran dalam makalah. Serta disusun berdasarkan dengan materi-materi yang ada dan berdasarkan kejadian serta aktifitas masyarakat Indonesia pada setiap harinya. Materi-materi yang dibuat bertujuan agar pembaca nantinya bisa lebih memahami sebuah pendidikan yang sangat berperan dalam menjaga dan melestarikan suatu kebudayaan.

Penulis menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan atas segala kekurangannya. Dan penulis pun berharap semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi semua, dan akhir kata penulis berharap bahwa yang akhirnya nanti makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membacanya.

 

Depok, 1 Agustus 2012

 

 

Penulis

 

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. 2

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………… 4

1.1       Latar Belakang………………………………………………………………………….. 4

1.2       Tujuan Penulisan………………………………………………………………………. 5

1.3       Ruang Lingkup Masalah. ……………………………………………………………..5

1.4        Metodologi Penulisan……………………………………………………………….. 5

1.5         Sistematika Penulisan………………………………………………………………. 5

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………… 6

2.1          Pentingnya Pendidikan………………………………………………………………6

2.2          Korelasi Antara Pendidikan dengan Kebudayaan………………………….. 7

2.3           Peran Manusia dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya………………. 9

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………….. 10

3.1             Kesimpulan………………………………………………………………………….10

3.2             Saran. ………………………………………………………………………………..10

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………….11

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Pada arus globalisasi ini yang seiring dengan perkembangan zaman dalam suatu kehidupan manusia pada sehari-harinya, termasuk dalam hal teknologi, sosial, dan budaya. Mulai dari perkembangan yang selalu berubah-ubah seiring berjalannya waktu, serta dapat berubahnya suatu budaya yang akan terjadi di sekitar. Dengan demikian, akan terjadi suatu  pengikisan terhadap budaya tradisional. Dan parahnya lagi, masyarakat sedang mengalami kejadian kekacauan budaya dari konfrontasi antar budaya atau yang disebut juga dengan Culture Shock. Menurut Samuel P. Huntington dalam bukunya Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia (2005:103) mengatakan bahwa:
“Ekspansi Barat mampu menawarkan modernisasi dan westernisasi bagi masyarakat-masyarakat non-barat. Tokoh-tokoh politik dan intelektual dari masyarakat tersebut memberikan reaksi terhadap pengaruh barat satu atau lebih cara : menolak modernisasi dan westernisasi, menerima modernisasi dan westernisasi, menerima yang pertama menolak yang kedua”.

Apa yang telah di jelaskan oleh Samual P. Huntington merupakan suatu gejala yang negatif bagi masyarakat yang penasaran akan sesuatu hal yang baru dan tidak ada kepedulian dengan kebudayaan di daerah asalnya. Jika dikaitkan dengan pendidikan, menjadi penting nilai-nilai luhur kebudayaan ditransformasikan kepada generasi muda melalui jalur formal. Menurut Prof Mattulada dalam Latoa (1995:456) :
“Manusia menjadi penentu atas hidup kebudayaannya”.

Berdasarkan pemaparan yang sudah di jelaskan, dapat di ketahui bahwa pentingnya peran sebuah budaya dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya untuk berbagai macam manfaat dan kepentingan kepada genrasi-generasi penerus.

1.2   Tujuan Penulisan

Pada tugas makalah ini bertujuan agar para pembaca nantinya bisa memahami pengertian dari budaya dan hubungan manusia dengan kebudayaan, dan memahami bahwa manusia tidak bisa terlepas dari kebudayaan pada setiap harinya.

1.3   Ruang Lingkup Masalah

Dalam ruang lingkup masalah ini dapat dilihat dalam setiap aktifitas antara hubungan manusia dengan kebudayaan yang dilakukan setiap harinya.

1.4   Metodologi Penulisan

Metode yang digunakan adalah metode deskripsi analisis. Yang dimaksud dengan metode deskripsi analisis adalah metode yang memberikan gambaran-gambaran secara objektif, menguraikannya serta membahasnya secara lengkap tentang pembuatan makalah yang berjudul “Korelasi Antara Pendidikan dan Manusiad alam Menjaga dan Melestarikan Budaya”.

1.5   Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam project ini yaitu :

  • BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ruang lingkup masalah, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.

  • BAB II PEMBAHASAN

Pada Bab ini yang akan membahas dari segi pengertian budaya dan segala hal yang berkaitan dengan Korelasi Antara Pendidikan dan Manusiad alam Menjaga dan Melestarikan Budaya.

  • BAB III PENUTUP

Bab ini terdapat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah ini serta saran bagi penulis untuk pembaca.

  • DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka berisi sumber-sumber materi yang di ambil untuk membuat makalah ini.

 

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pentingnya Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang wajib untuk manusia, karena melalui pendidikan manusia dapat menambah suatu wawasan dalam berfikir dan menilai suatu tindakan atau kebijakan baik itu yang positif maupun negatif. Yang di maksud pendidikan itu sendiri adalah suatu usaha yang dilakukan pada individu masing-masing untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar manusia dapat mengembangkan suatu potensi yang ada dalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta berbagai macam keterampilan yang akan di butuhkan oleh masyarakat sekitar dan menjadi seorang yang berguna bagi sekitar. Dan pasti setiap manusia itu pasti mempunyai suatu impian (cita-cita) yang dating pada saat belajar, dan dapat menempatkan suatu kondisi pada suatu tempat yang cocok sesuai dengan apa yang mereka bisa dan sukai.

Pada kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan di lakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga, serta dalam bidang pendidikan pun misalnya dalam sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangkan wawasan dalam berbagai bidang yang dilakukan melalui sarana bimbingan, pengajaran, dan pelatihan agar suatu ketahanan dalam pemikiran dapat berkembang secara optimal sesuai dengan apa yang sudah di sesuaikan sebelumnya.

Ada pun beberapa fungsi pendidikan diantaranya yaitu :

  1. Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagian hidup didunia dan di akhirat.
  2. Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama islam.
  3. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Pencegahan, yaitu untuk menangkal, hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
  5. Pengajaran, tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum system dan fungsional.
  6. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama islam agar bakat tersebut dapat berkembangsecara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.

2.2     Pendidikan Antara Pendidikan dengan Budaya

Menurut UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kedewasaa, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya di dalam masyarakat. Saat ini banyak sekali masyarakat yang menyepelekan akan hal pendidikan karena ada banyak faktor yang di alami, seperti saat ini tidak semua manusia mendapatkan sesuatu yang apa di inginkan karena banyak pula para generasi muda yang tidak selanyaknya di lakukan oleh mereka, seperti mencari uang untuk menafkahkan keluarga masalah bukan sebaliknya, hal ini seperti sudah banyak yang di alami di Indonesia.

Maka dari itu dari satu sisi yang berbeda sedikit akan menjadi sagat berbahaya untuk masa depan untuk para generasi muda. Karena bagaimana pun nantinya pada  suatu negara itu akan di pimpin oleh para generasi muda, dan mereka akan sangat berperan penting dalam mengubah suatu perubahan dalam kehidupan baik itu jasmani maupun rohani. Karena suatu pola pikir manusia itu akan berkembang melalui berbagai cara diantaranya melalui pendidikan karena memalalui pendidikan manusia akan dapat banyak belajar dan berperan aktif dalam melakukan suatu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Maka sudah jelas bahwa pendidikan dan kebudayaan sangat erat sekali huibugan karena keduanya berkesinambungan, keduanya saling mendukung satu sama lainnya.

Dalam konteks ini dapat dilihat hubungan antara pendidikan dengan tradisi budaya serta kepribadian suatu masyarakat betapapun sederhananya masyarakat tersebut. Hal ini dapat dilihat bahwa tradisi sebagai muatan budaya senantiasa terlestarikan dalam setiap masyarakat, dari generasi ke generasi. Hubungan ini tentunya hanya akan mungkin terjadi bila para pendukung nilai tersebut dapat menuliskannya kepada generasi mudanya sebagai generasi penerus.

Dalam menerimaan nilai-nilai budaya yang dimiliki sangat baik melalui proses pendidikan karena melalui pendidikan manusia bisa membedakan budaya-budaya apa saja yang ada dan bisa membedakan satu sama lainnya serta bisa menerima budaya lain dengan positif.

Salah satu tokoh budaya yaitu Hasan Langgulung  pernah memukakan pendapat bahwa pendidikan mencakup dua kepentingan utama, yaitu pengembangan potensi individu, dan pewarisan nilai-nilai budaya. Dari kedua hal tersebut bisa disimpulkan bahwa memang benar bahwa budaya itu tidak bisa dipisahkan dari manusia, karena satu sama lain saling membutuhkan.

Seperti apa yang telah dikatakan oleh Hasan Langgulung bahwa pendidikan dalam hubungan individu maupun dengan masyarakat, dalam budaya manusia dapat menumbuhkan potensi diri dan mengembangkan suatu pemahaman tersendiri dalam diri manusia, dan setiap kebudayaan yang di ambil itu akan selalu digunakan dan akan berperan aktif dalam masyarakat bila budaya yang di ambil itu positif maka akan menimbulkan suatu kehidupan yang harmonis, tentram, dan nyaman. Maupun sebaliknya bila suatu kebudayaan di ambul itu negatif maka akan menimbulkan berbagai masalah yang terjadi dan hidup akan selalu tidak nyaman karena ada banyak masalah yang dihadapi.

Dalam pandangan ini, pendidikan mengemban dua tugas utama, yaitu peningkatan potensi individu dan pelestarian nilai-nilai budaya. Manusia sebagai mahluk berbudaya, pada hakikatnya adalah pencipta budaya itu sendiri. Budaya itu kemudian meningkatkan sejalan dengan peningkatan potensi manusia pencipta budaya itu.

2.3    Peran Manusia dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya

Dalam sehari-hari setiap manusia selalui disibukkan dengan kegiatannya masing-masing, dan selalu menyita waktu yang banyak untuk semua itu, dalam waktu yang sama ada beberapa dari sekian banyak manusia yang melakukan aktifitas demi kepentingan sesama manusia dalam bidang sosial dan budaya, dan selebihnya melakukan suatu kewajiban yang beguna untuk masa depannya  kelak. Dari sekian banyak manusia di dunia akan memikirkan suatu hal yang dilakukannya setiap harinya (kebudayaan) akan berlangsung lama dan akan terus berlangsung kepada generasi-generasi selanjutnya. Maka dari itu mereka pun membentuk suatu acara yang betujuan untuk membangun kesadaran disuatu kehidupan itu membutuhkan kebersamaan (solidaritas) antara satu dengan lainnya, dan melakukan sebuah perubahan dalam suatu kebiasaan manusia yang pada awalnya apatis terhadap budaya masing-masing menjadi peduli akan kebudayaan tersebut.

Mulai dari usaha yang dilakukan (internal) dirumahnya masing-masing kepada semua keluarga, serta yang dilakukan di masyarakat (eksternal) untuk melakukan suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk menjaga dan melestarikan budaya.

 

BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan

Kebudayaan yang terdapat di dunia itu sangat banyak jumlahnya dan sulit di hitung, karena budaya bisa lahir kapan saja bila menemukan suatu hal yang baru dalam kehidupan yang berbeda. Dan dapat disumpulkan bahwa semakin banyak budaya yang ada dan semakin sulit untuk menjaganya, karena itu dibutuhkan sebuah pendidikan untuk meluruskan itu semua, baik itu untuk menerima semua yang ada dalam arti budaya yang dapat diterima itu positif dan berguna bagi masyarakat. Maka dari itu dibutuhkannya sebuah pendidikan untuk memenuhi semuanya untuk dapat menjaga dan melestarikan budaya dan tetep terjaga sampai ke generasi selanjutnya.

 3.2   Saran

Dari sebuah pendidikan yang diterapkan pada suatu negara itu tidak semuanya selalu baik, karena dari sebuah pendidikan itu lahir dari sekolah, dan di sekolah itu tidak semuanya terdapat hal yang positif, misalkan dari pergaulan yang di ambil bisa terjadi pula suatu hal yang negatif, tetapi hal itu bisa dihindarkan dari cara diri sendiri untuk tidak menangkap semua yang kita dengar, harus ada sifat kritis dalam berfikir agar manusia dapat membedakan apa-apa saja yang baik untuk di lakukannya, serta untuk menjaga dan melestarikan budaya harus adanya kewaspadaan dari masyarakat untuk membuka lebar-lebar apa yang dilihat dan tidak tergiur apa saja yang ditawarkan untuk menjual atau berpindah tangan sebuah budaya yang ada di sebuah daerah.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan (Tanggal 1 Agustus 2012)

http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/07/hubungan-kebudayaan-dengan-pendidikan.html (Tanggal 2 Agustus 2012)

http://diskusi-lepas.blogspot.com/2010/09/peran-pendidikan-dalam-melestarikan.html (Tanggal 2 Agustus 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s